Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Dosen Praktisi Perkebunan Di Politeknik LPP Yogyakarta


Dalam upaya mendapatkan SDM berkualitas dengan latar belakang Pendidikan vokasi, perlu dilakukan peningkatan kualitas Pendidikan Vokasi melalui keterjaminan tenaga pendidik dan kependidikan berkualifikasi tertentu pada bidang ajar yang diampunya. Memperhatikan hal tersebut di atas, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, pada tahun 2019 melalui Politechnic Education Development Project (PEDP) menyelanggarakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Dosen dengan luaran tenaga pengajar yang berasal dari industri atau praktisi yang mendapat pengakuan kualifikasi jenjang 8 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan telah mendapatkan materi metode pembelajaran. Tenaga pengajar ini selanjutnya dapat berperan dalam matakuliah sesuai bidang kualifikasinya baik sebagai dosen tamu maupun pembimbing Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau magang mahasiswa di Industri.

 

Dasar hukum penyelenggaraan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) ini adalah:

  1. Undang – Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
  2. Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentabg Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia KKNI);
  3. Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDikti);
  4. Permenristekdikti No. 26 Tahun 2016 tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau;
  5. Surat Keputusan Dirjen Belmawa No. 123/BSK/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan RPL

 

Pada tahun 2019 ini, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) melalui surat Nomor 139/D/PEDP/IX/2019  memberikan penugasan kepada dua puluh tiga (23) Politeknik terpilih sebagai percontohan pelaksanaan program RPL ini. Politeknik LPP Yogyakarta adalah salah satu poli yang beruntung mendapatkan penugasan tersebut.

 

 

Pada tanggal 28 -30 November 2019 yang lalu Politeknik LPP telah melakukan assesmen terhadap 14 orang praktisi yang memiliki kemampuan di bidang industri hilir sawit, budidaya tanaman tebu, sawit, kakao, dan hortikultur, industri pengolahan gula, pembangkit listrik dan perawatan mesin industri, perpajakan dan akuntansi. Keempat belas praktisi ini diharapkan dapat diakui kemampuan dan pengalamannnya selama bekerja di industri, setara dengan level 8 KKNI. Hasil assesmen tersebut untuk kemudian di upload melalui situs resmi program RPL untuk mendapatkan pengakuan resmi dari Kemenristek Dikti bahwa mereka memiliki kemampuan dan pengetahuan yang setara dengan level 8 dan dapat mengajar di perguruan tinggi. Sehingga dapat menambah jumlah tenaga pendidik berpengalaman di bidang perkebunan yang dapat membagikan ilmunya kepada mahasiswa Politeknik LPP. Semakin banyak praktisi perkebunan yang mendedikasikan ilmunya untuk Politeknik LPP, akan semakin mudah bagi Politeknik LPP menghasilkan lulusan yang professional dan berkarakter di bidang Perkebunan.

 

 

  (By RSH 2019)

Zeolit


Bagaimana Zeolit Alam Klinoptilolite dapat Berperan dalam Pembuatan Biodiesel dari Minyak Nabati?

Biodiesel adalah bahan bakar terbarukan yang dibuat dari bahan baku lemak hewani maupun nabati berupa metil ester asam lemak yang telah lama disebut sebagai pengganti minyak bumi. Sifat kimia biodiesel yang dihasilkan sangat bergantung dari asal bahan bakunya. Komposisi kimia dari beberapa bahan baku biodiesel tercantum dalam table berikut  (nilai dalam persentase).

Sumber: Organic Chemistry, W.W.Linstromberg, D.C.Heath and Co.,Lexington, MA, 1970

Pembuatan biodiesel pertama kali dilakukan oleh E.Duffy dan J. Patrick pada tahun 1853, sebelum mesin diesel pertama kali ditemukan. Baru setelah empat puluh tahun kemudian, seorang ilmuwan Rudolf Diesel berhasil merakit mesin diesel pertama pada tahun 1893 di Augsburg, Jerman yang kemudian diperkenalkan di World’s Fair di Prancis. Pada waktu itu, biodesel yang digunakan berasal dari minyak kacang tanah.

Seiring dengan perkembangan pembuatan biodiesel saat ini, bahan baku dari lemak nabati lebih dominan dan sudah mencapai skala industri. Minyak kelapa sawit merupakan salah satu bahan baku biodiesel yang cukup produktif. Satu hektar tanaman kelapa sawit mampu menghasilkan 3,5 ton minyak nabati, hal ini lebih banyak dibandingkan dengan tanaman kanola yang hanya mampu menghasilkan 0,8 ton minyak nabati per hektar nya.

Biodiesel diproduksi dengan cara mereaksikan lemak (triglyceride) dengan alkohol dalam proses yang disebut transesterifikasi. Reaksi tersebut menghasilkan biodiesel dan gliserol sebagai produk sampingan.

 

 

(1)

(2)

 

Untuk mempercepat reaksi dan menggeser keseimbangan ke kanan, maka variable yang berpengaruh perlu dikendalikan dan dipilih nilainya agar diperoleh hasil yang sebaik-baiknya. Variabel yang perlu dikendalikan meliputi: waktu, konsentrasi, pencampuran, perbandingan pereaksi, katalisator, suhu, dan penghilangan salah satu hasil (Kirk Othmer, 1992).

Waktu

Pada tahap awal, reaksi ke kiri hanya sedikit, sehingga dianggap reaksi hanya berlangsung ke kanan. Semakin lama waktu reaksi, semakin banyak hasil yang diperoleh, karena kesempatan zat-zat pereaksi untuk saling bertumbukan semakin besar. Kejadian ini hanya akan berlangsung sampai waktu tertentu, terdapat waktu optimal yang diperlukan untuk masing-masing proses.

Konsentrasi

Kecepatan reaksi sebanding dengan konsentrasi zat-zat pereaksi. Oleh karena itu, agar reaksi berjalan cepat diperlukan zat pereaksi dengan kemurnian tinggi. Adanya air dan zat pengotor di dalam zat pereaksi akan menurunkan hasil.

Pencampuran

Pencampuran yang baik akan memperlancar jalannya reaksi. Salah satu cara pencampuran dapat dilakukan dengan pengadukan, yang akan memperbesar turbulensi, sehingga meningkatkan tumbukan antara molekul-molekul zat pereaksi. Cara pencampuran tergantung dari jenis reactor yang digunakan. Pada reactor batch, pencampuran dapat dilakukan dengan pengaduk merkuri atau pengaduk magnet. Pada reaktor jenis autoklaf , pencampuran dapat dilakukan dengan memutar autoklaf. Pada reactor kolom berpulsa, pencampiran zat-zat pereaksi dengan menggerakkan naik turun lempeng-lempeng yang ada.

Perbandingan Pereaksi

Pemakaian salah satu pereaksi melebihi perbandingan stoikiometri, memperbesar kemungkinan terjadinya tumbukan, sehingga konstanta kecepatan reaksi juga akan bertambah.

Suhu

Menurut persamaan Arrhenius, semakin tinggi suhu maka reaksi akan berjalan semakin cepat. Namun hal ini tidak berlaku secara linier, ada batas tertentu suhu harus dijaga agar tidak terlalu tinggi.

Penghilangan salah satu hasil

Sesuai dengan persamaan (1) di atas, gliserol adalah hasil samping pada reaksi transesterifikasi pembuatan biodiesel. Apabila setiap gliserol yang terbentuk, kemudian diikat maka reaksi ke kiri akan kecil sekali sehingga keseimbangan akan cenderung bergeser ke kanan.

Katalisator

Penambahan katalisator mengaktifkan zat-zat pereaksi, sehingga tumbukan yang terjadi semakin banyak, dan reaksi berlangsung semakin cepat.

 

Dalam produksi biodiesel pada umumnya menggunakan katalisator homogen seperti NaOH dan KOH, meskipun katalisator heterogen dan enzim juga dapat digunakan. Katalisator homogen memiliki kelemahan yaitu proses pemisahannya dari biodiesel yang realtif kompleks sehingga akan meningkatkan biaya produksi. Di samping itu, katalis homogen seperti NaOH yang sering digunakan sangat higroskopis sehingga menyulitkan dalam penanganannya. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat digunakan alternative katalisator heterogen seperti kalsium karbonat dan zeolite. Penggunaan katalisator heterogen ini dapat menurunkan harga produksi, proses pemisahannya sangat mudah sehingga hasil ester dan gliserol yang diperoleh memiliki kualitas tinggi.

Zeolit merupakan mineral yang terdiri dari kristal alumino silikat terhidrasi yang mengandung kation alkali atau alkali tanah. Struktur zeolit berupa kristal polimer anorganik dengan kerangka tetrahedral AlO4   dan SiO4 .  Rumus struktur zeolit dapat dituliskan sebagai  Mx/n [ (AlO2)x .(SiO2)y .wH2O], dengan n adalah valensi dari kation M, w adalah jumlah molekul air per unit sel, x dan y adalah total jumlah tetrahedral per unit sel (Haslego, 1999).

Katalis yang sering digunakan dalam alkoholisis minyak nabati adalah natrium hidroksida , dengan menyisipkan logam natrium pada zeolit akan memberikan sifat katalitik yang sesuai sehingga dapat meningkatkan kecepatan reaksi alkoholisis .

Minyak nabati merupakan trigliserida dengan gugus karbonil mendominasi karakter kimianya. Oksigen pada gugus karbonil memiliki dua pasang elektron bebas sehingga oksigen akan bersifat  nukleofilik dan cenderung menarik kation  untuk mencapai keseimbangan yang optimum. Pada gugus karbonil inilah terjadi proses penyerangan trigliserida oleh alkohol dengan bantuan katalisator zeolit.

Pada struktur zeolit, semua atom Al dalam bentuk tetrahedral sehingga atom Al akan bermuatan negatif karena berkoordinasi dengan atom oksigen. Zeolit dapat dimanipulasi dengan menyisipkan logam tertentu sehingga memiliki sifat katalitik tertentu (Haslego, 1999). Zeolit alam yang diaktifkan dengan NaOH akan bersifat basa dan mengikat ion Na+, sehingga sering disebut Na-zeolit (   O – Na+  ).

Mekanisme reaksi yang terjadi di dalam reaksi alkoholisis minyak jarak dengan katalisator Na-zeolit, adalah sebagai berikut:

 

 

  1. Pengaktifan alkohol oleh zeolit

Na-zeolit akan mengaktifkan alkohol membentuk alkoxide. Alkohol mendifusi ke permukaan luar katalis, sehingga terjadi pertukaran ion H+ dengan ion Na+       .

 

  1. Pengaktifan trigliserid oleh zeolit

Minyak mendifusi ke permukaan luar katalis, sehingga ion Na+ pada zeolit akan mendekati gugus karbonil. Na+ akan mencari posisi paling nukleofilik, sehingga Na+ akan mendekati O yang mempunyai dua pasang elektron bebas. Oksigen memberikan satu pasang elektronnya untuk dipakai bersama-sama dengan Na+ sehingga oksigen menjadi kekurangan elektron. Karena oksigen bersifat elektronegatif, maka O akan berusaha menarik pasangan elektron pada ikatan rangkap C. Oleh karena atom C telah memberikan sebagian elektronnya untuk dipakai bersama O, maka C pada ikatan rangkap menjadi bermuatan positif (disebut carbocation atau C+).

 

  1. Pembentukan Ester

Pada saat pencampuran antara zeolit dengan minyak dan alkohol, akan terjadi pengaktifan  minyak dan alkohol oleh ion Na+ . Kemudian alkohol yang teraktifkan akan bereaksi dengan minyak yang sudah teraktifkan.  Alkoxide memiliki  ion R’- O yang merupakan alkoxide ion dengan dua pasang elektronnya, sedangkan trigliserid yang teraktifkan mempunyai atom C yang bermuatan positif, sehingga R’- O  cenderung mendekati atom C  untuk memberikan satu pasang elektronnya untuk dipakai bersama-sama. Setelah terjadi pengaturan elektron untuk mencapai kesetimbangan muatan (sesuai aturan oktet) maka terbentuk ester.

 

  1. Pelepasan Na-zeolit

 Pada pembentukan alkoxide, terbentuk juga ion OH, ion ini akan bertukar tempat dengan  ion Na+ sehingga terbentuk gliserol. Zeolit dalam bentuk O-Na+ akan terlepas lagi.

 

Zeolit yang akan digunakan sebagai katalisator, sebelumnya diaktifkan dengan NaOH sehingga mengikat ion Na+. Hal ini menyebabkan semakin banyak katalisator yang digunakan, semakin banyak pula ion Na+ yang ditambahkan kedalam larutan, sehingga proton yang dimiliki alkoxide juga semakin banyak. Banyaknya proton yang dimiliki menyebabkan alkoxide semakin asam (menurut Bronsted), sehingga penyerangan gugus karbonil menjadi semakin cepat dan konversi gliserid yang dihasilkan juga semakin besar.

Pemanfaatan zeolit alam sebagai katalisator dalam reaksi pembuatan biodiesel akan menambah nilai guna bahan tersebut, yang juga merupakan kekayaan alam Indonesia.

(by RSH 2019)

 

 

 

 

Groggins, P.H., 1958, “Unit Process in Organic Synthesis”, 5.ed., pp. 710-715, McGraw-Hill Book Company, Inc., New York.

Haslego, C., 1999, “Green Chemistry with Zeolite Catalyst”, www.cheresources.com.

Kirk, R.E., and Othmer, D.F., 1979, “Encyclopedia of Chemical Thecnology” vol.5, pp.817-819, Interscience Encyclopedia, Inc., New York.

 

 

Seminar Internal HIMAKSI


Pada hari Rabu (11/12). Himpunan mahasiswa akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta atau lebih dikenal dengan sebutan HIMAKSI melaksanakan seminar. Seminar ini merupakan kegiatan tahunan Himpunan Mahasiswa Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta yang bertujuan untuk menciptakan dan menjadikan mahasiswa lebih berkualitas dan bermartabat selain itu bertujuan juga untuk mahasiswa mengetahui dan memahami bagaimana peran profesi akuntan di bidang perkebunan indonesia serta mahasiswa mengetahui dan memahami fungsi adanya profesi akuntan di bidang perkebunan.

Di seminar kali ini tema yang diangkat ialah “Siapkan dan Jadikan Akuntan yang Profesional dalam Membangun Strategi Bisnis yang Berkelanjutan”.

Mengahadirkan dua pembicara yang sudah profesional dalam bidangnya dan sangat berpengalaman dalam dunia akuntansi dan dunia kerja,yaitu Bapak Joni Agung Priyanto,SE,ME, merupakan pengendali teknis BPK RI, yang membahas tema materi tentang “Menjadi Insan Akuntansi Sebagai Penjaga Gawang Praktik Anti Korupsi di Perusahaan Perkebunan”.

Dilanjut dengan pemateri kedua yaitu Bapak Mhd. Zulham Rambe,SE, selaku Direktur Komersil PT LPP Agro Nusantara, yang membahas tentang “Kiat Sukses Menjadi Karyawan Keuangan dan  Akuntansi di Perusahaan Perkebunan”, yang dipimpin oleh Moderator yaitu: Ibu Dra.Anita Andriantini Mulia,MM

Untuk materi selengkapnya, dapat diunduh disini

materi pertama

materi kedua

Demikianlah Resume acara seminar internal HIMAKSI semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih.

DOKUMENTASI KEGIATAN

 

 

HIMAKSI “ SUKSES BERPRESTASI ”

COLOURFULL PLANTATION FESTIVAL 2019


Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik LPP merupakan organisasi kegiatan kemahasiswaan tertinggi yang melingkupi seluruh kegiatan kemahasiswaan di Politeknik LPP. Dalam kegiatan kemahasiswaan ini merupakan media pembelajaran yang paling ideal untuk membentuk kompetensi non akademik seperti kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, kerjasama, ketahanan dan lain sebagainya. Selain itu juga menjadi wahana dalam pengembangan potensi diri mahasiswa dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non akademik. Salah satu program kerja dari BEM Politeknik LPP adalah penyelenggaraan event eksternal yang disebut dengan “Plantation Festival 2019”. Kegiatan ini merupakan puncak dari seluruh kegiatan kemahasiswaan yang menjadi program kerja kepengurusan BEM tahun 2019 yang dinahkodai oleh Saudara Habib Muis Prodi D3 Teknik Mesin Angkatan 2017.

Kegiatan utama dalam Plantation Festival 2019 adalah “Plantation Colour Run 5K” yaitu event lari pagi 5 km yang dikemas dalam bentuk Colour Run di sekeliling kota Yogyakarta. Even ini dilaksanakan pada hari Minggu, 17 November 2019 dan dibuka langsung oleh Direktur Politeknik LPP Yogyakarta Bapak Ari Wibowo.

“Even ini terbilang sangat sukses dan penuh antusias. Peserta sangat banyak dari berbagai kalangan, venue terlihat penuh. Ini menjadi salah satu metode Branding Kampus yang sangat efektif. Jika melihat kesuksesan tahun ini, maka tahun depan wajib untuk ada lagi,” terang Bapak Ari Wibowo dalam sambutannya sebelum melakukan flag off.

 

Flag Off dilaksanakan tepat pukul 06.25 WIB dipimpin oleh Bapak Ari Wibowo

Jumlah peserta mencapai 1.100 yang berasal dari mahasiswa beberapa kampus DIY, mahasiswa asing, komunitas lari dan umum. Acara semakin pecah ketika MC yang dipercayakan kepada Putri Manjo dan Ahmad Susantri memimpin holy party pertama pada saat penyambutan pelari dengan diiringi music DJ dari Cindy Yuana yang membuat suasana makin asyik. Acara dilanjutkan dengan pembagian puluhan doorprize menarik dan ditutup dengan holy party kedua dan penampilan guest star Dyah Novia and Band.

 

Bapak Ari Wibowo bersama para penerima doorprize

Tahun 2019, merupakan even kedua Plantation Festival Politeknik LPP, yang pada awalnya dilaksanakan pada tahun 2017 dan sempat berhenti pada tahun 2018. Berbeda dengan tahun 2019, pada tahun 2017 kegiatan lari dilaksanakan pada malam hari, dengan tajuk “Plantation Night Run 5K”.

Jika kita melihat flash back di tahun 2017, maka terdapat beberapa lompatan yang sangat signifikan di tahun 2019, terutama dilihat dari jumlah peserta, keprofesionalitasan panitia, dan keterlibatan beberapa komunitas lari seperti Play On Jogja, sehingga acara ini dapat terbilang sukses. Ini menjadi Bergining Position yang sangat kuat untuk tahun depan”, Jelas Bapak Destarafi selaku Ketua Panitia Plantation Festival 2019.

 

 

SEE YOU ON PLANTATION FESTIVAL 2020

Sama-sama Manis, Lebih Baik Kandungan dalam Air Tebu atau Air Gula?


KOMPAS.com – Selain menjadi bahan baku gula pasir, tanaman tebu juga kerap diolah menjadi air tebu yang terkenal dengan rasa manisnya.

Namun, tahukah Anda? Meski berasal dari bahan yang sama, kandungan nutrisi air tebu dan air gula biasa ternyata berbeda.

Air tebu merupakan olahan alami yang masih mengandung nutrisi asli dari tanaman tebu. Itu sebabnya, nutrisi air tebu menjadi lebih bervariasi dibandingkan air gula biasa.

Air tebu memiliki rasa manis khas yang menyegarkan. Meski demikian, nutrisi yang terdapat pada air tebu tidak hanya terdiri atas gula dan karbohidrat. Terdapat kandungan gizi lain yang ada dalam air tebu, yaitu:

  1. Kandungan karbohidrat dan indeks glikemik

Gula pasir dan air tebu memiliki kandungan karbohidrat yang berbeda. Gula pasir terdiri atas sukrosa, sementara air tebu terdiri atas glukosa dan fruktosa. Perbedaan ini juga berpengaruh terhadap indeks glikemik keduanya.

Indeks glikemik adalah ukuran untuk menunjukkan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi gula darah. Semakin tinggi nilai glikemik suatu makanan, semakin besar pengaruhnya terhadap kadar insulin dan gula darah.

Skala indeks glikemik berkisar antara 0-100. Gula pasir memiliki indeks glikemik sebesar 68, sedangkan air tebu memiliki indeks glikemik sebesar 43. Nilai ini tergolong rendah sehingga relatif lebih menyehatkan.

  1. Gula dan kalori

Segelas air tebu sebanyak 240 mL mengandung 180 kalori dan 30 gram gula. Sementara itu, satu sendok gula pasir terdiri atas 50 kalori dan 13 gram gula. Air tebu memang lebih alami, tapi Anda tetap perlu memerhatikan jumlah yang dikonsumsi.

Departemen Kesehatan RI memberikan rekomendasi batas aman konsumsi gula harian sebesar 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Lebih dari itu, Anda berisiko mengalami obesitas, masalah gula darah, hingga penyakit jantung.

  1. Antioksidan

Air tebu memiliki kandungan antioksidan yang disebut polifenol. Senyawa ini bermanfaat untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas maupun racun yang berasal dari lingkungan.

Meski terbuat dari tebu, nyatanya gula tidak memiliki kandungan antioksidan. Gula hanya mengandung glukosa.

Polifenol memiliki fungsi sebagai antiviral, antialergi, dan antiperadangan. Untuk memperoleh manfaatnya, pilihlah air tebu alami yang dibuat langsung dari batang tebu.

Sebaiknya, Anda menghindari air tebu yang telah dikemas karena proses pengolahan dapat merusak polifenol.

  1. Vitamin dan mineral

Air tebu sebenarnya tidak termasuk dalam deretan makanan kaya vitamin dan mineral. Namun, minuman ini memiliki beberapa unsur mineral walaupun hanya dalam jumlah kecil.

Sebelum diolah, batang tebu mengandung 187 miligram kalsium, 56 miligram fosfor, 4,8 miligram zat besi, 757 miligram kalium, dan 97 miligram natrium. Jumlahnya memang sedikit, tapi lebih baik dibandingkan air gula yang tidak mengandung mineral apa pun.

Air tebu ternyata bukan sekadar air gula, melainkan minuman kaya kandungan nutrisi. Minuman ini juga memiliki indeks glikemik yang rendah dan mengandung sedikit kalori sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Dengan Sensor Khusus, Kelapa Sawit Dapat Diketahui Matang Atau Belum


Alat panen kelapa sawit ini dilengkapi dengan sensor warna.

Kelapa sawit adalah tanaman industri penting dalam menghasilkan minyak. Untuk memanen kelapa sawit, petani menggunakan alat berupa egrek.

Egrek yang digunakan masih menggunakan cara yang sangat manual, sehingga petani yang bekerja sering sekali merasa sakit atau kelelahan pada saat memanen. Petani juga sering merasa kesusahan saat memanen, sebab petani harus selalu melihat ke atas untuk memastikan buah dalam keadaan matang.

Setelah memastikan buah dalam keadaan matang, petani juga harus menggerakkan egrek untuk memotong pelepah yang menghalangi buah kelapa sawit dan mengambil buahnya dengan cara manual. Selain itu, petani juga membutuhkan waktu yang lama saat melakukan panen.

Jika menggunakan egrek manual, sering sekali buah yang sudah matang tidak diambil karena ragu akan tingkat kematangannya.

Di era globalisasi, manusia harus mempunyai wawasan yang luas tentang perkembangan teknologi. Salah satunya pengembangan teknologi pada alat-alat pertanian.

Di era ini, alat panen kelapa sawit yang biasanya masih menggunakan egrek secara manual, saat ini dapat menggunakan mesin panen kelapa sawit yang dilengkapi dengan sensor warna.

Dengan mesin ini, petani hanya mengendalikan mesin kearah pelepah yang ingin dipotong dan buah yang akan diambil. Sensor warna pada mesin ini berfungsi untuk mendeteksi kematangan buah berdasarkan warna yang ditentukan.

Warna buah kelapa sawit yang matang akan berwarna orange atau merah gelap. Jika buah dalam keadaan kedua warna tersebut, maka buzzer akan mengeluarkan bunyi.

Jika buzzer tidak bunyi saat diarahkan ke salah satu buah, maka buah tersebut belum matang. Alat ini dapat membantu petani dalam mendeteksi buah yang matang, tanpa harus melihat secara detail warna buah.

Petani tinggal mengarahkan saja alat ke buah yang akan dipanen dan sensor yang akan bekerja. Alat ini sangat memudahkan sekali bagi para petani saat panen dan waktu yang digunakan sangat efisien.

Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke India Melonjak 51 Persen


Ekspor minyak sawit Indonesia ke India meningkat 51% menjadi 481.000 ton pada September 2019 dibandingkan volume pada Agustus 2019. 

Bisnis.com, JAKARTA — Ekspor minyak sawit Indonesia ke India meningkat 51% menjadi 481.000 ton pada September 2019 dibandingkan volume pada Agustus 2019.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyebutkan kenaikan ini didongkrak oleh kebijakan India mengubah tarif bea masuk produk sawit dari Indonesia sehingga menjadi sama dengan tarif untuk produk minyak sawit (CPO) dari Malaysia.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono dalam keterangan resmi mengemukakan dari total produksi selama Januari-September 2019 yang mencapai 36 juta ton, sekitar 26 juta ton diserap oleh pasar ekspor. Adapun selama September, total ekspor CPO beserta produk turunannya mencapai 3,26 juta ton, naik 4% dibandingkan ekspor selama Agustus yang berada di angka 2,89 juta ton.

“Kenaikan ekspor terjadi pada semua produk kecuali biodiesel dan minyak laurat. Penurunan ekspor biodiesel yang besar terjadi pada pasar tujuan China, negara Asia Tenggara, dan Asia Timur lainnya,” kata Mukti, Rabu (20/11/2019).

Kendati ekspor ke China terkoreksi selama September, Mukti menyatakan secara akumulatif negara tersebut masih menjadi pasar terbesar Indonesia dengan volume 4,8 juta ton pada periode Januari-September 2019.

Posisi China lantas diikuti oleh Uni Eropa dengan volume 4 juta ton, negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur selain Tiongkok sebanyak 3,8 juta ton, Afrika 3,7 juta ton, dan India 3,3 juta ton.

Untuk volume ekspor September 2019, negara-negara Afrika menjadi pasar utama dengan volume 687.000 ton atau senilai US$402 juta, disusul oleh China sebanyak 560.000 ton, India 481.000 ton, dan Uni Eropa 315.000 ton.

Di sisi lain, produksi minyak sawit Indonesia sampai September 2019 tercatat telah mencapai 36 juta ton. Angka ini 13% lebih tinggi dibandingkan realisasi produksi pada periode yang sama tahun lalu.

Pada aspek produksi, produksi September 2019 turun sekitar 2% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun penurunan produksi terjadi di sejumlah provinsi yakni Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, dan Jambi.

Kegiatan Senam Sehat Politeknik LPP Yogyakarta


Jum’at (8/11/2019) Senam sangat bermanfaat untuk menyehatkan tubuh manusia, terutama sangat baik untuk kesehatan jantung. Selain tidak berat, senam ini juga termasuk santai dan tidak membutuhkan tenaga lebih sehingga dapat dilakukan oleh berbagai kalangan seperti wanita hamil, orang tua, dan anak anak. Senam juga bermanfaat dalam meningkatkan aliran oksigen ke otot dan jantung. Dengan makin banyak oksigen yang masuk, tubuh menjadi makin sehat.

Dengan banyaknya manfaat yang di dapat dari senam, maka Politeknik LPP Yogyakarta mengadakan kegiatan senam  yang dilaksanakan pada hari Jumat pagi tanggal 8 November 2019, pukul 07.00 WIB bertempat di halaman depan gedung Politeknik LPP Yogyakarta . Senam ini merupakan program klinik Politeknik LPP Yogyakarta dan akan menjadi kegiatan rutin di Politeknik LPP Yogyakarta. Senam  yang dihadiri seluruh pegawai berlangsung sangat seru, dipandu oleh instruktur senam dari Klinik Politeknik LPP Yogyakarta.

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, adalah semboyan kesehatan yang harus selalu kita ingat. Dan untuk menciptakan tubuh yang sehat, salah satunya adalah dengan berolahraga. Walaupun tubuh bermandikan keringat, tetapi badan terasa sehat, wajah dan fikiran pun kembali menjadi segar. Kegiatan senam ini diakhiri dengan sarapan pagi bersama, dengan suasana yang penuh keakraban.

 

 

Kunjungan Kerja ke PT Socfin Indonesia dan PT Musim Mas


Delegasi Politeknik LPP yang dipimpin oleh Direktur Politeknik LPP, Ari Wibowo melakukan kunjungan kerja ke PT Socfin Indonesia (Socfindo) dan PT Musim Mas pada hari Kamis 7 November 2019. Kunjungan pertama dilakukan ke PT Socfin Indonesia, yang diterima oleh Direktur SDM, Ir. Sugihartana. Dalam kesempatan tersebut dibicarakan beberapa program kerjasama antara Poltek LPP dan Socfindo, khususnya program magang untuk mahasiswa program D3 BTP kelapa sawit. Selain itu juga dibuka peluang program lain seperti magang dosen, kuliah umum dan bentuk kerjasama lainnya. “Socfindo sangat terbuka untuk bekerja sama dengan LPP, seperti program magang mahasiswa dan dosen, sebagai bentuk dukungan untuk pendidikan kelapa sawit Indonesia”, disampaikan Sugihartana.

Kunjungan kerja berikutnya ke kantor pusat PT Musim Mas di Medan. Delegasi Politeknik LPP diterima oleh Recruitment Manager, Andri Taher. Beberapa hal yang dibicarakan dalam pertemuan ini antara lain rekrutmen lulusan, program beasiswa, serta magang atau PKL, khususnya untuk industri hilir kelapa sawit. “PT Musim Mas merupakan perusahaan kelapa sawit dengan nilai total ekspor terbesar kedua di dunia, dan saat ini telah memiliki konsesi lahan lebih dari 200 ribu hektar”, ujar Andi. Selain itu Musim Mas merupakan pionir dalam program kelapa sawit berkelanjutan, dimana menjadi perusahaan kelapa sawit pertama yang memilili sertifikasi RSPO, ISPO, dan lain sebagainya.

Delegasi Politeknik LPP juga diikuti oleh Wadir Bidang Akademik Ratna Sri Harjanti dan dosen praktisi sawit Adi Rimbawan. “Politeknik LPP harus memilih perusahaan-perusahaan yang menjadi pusat keunggulan untuk tempat belajar baik mahasiswa maupun dosen, Socfindo dan Musim Mas merupakan perusahaan yang ideal sebagai tempat belajar”, ucap Adi Rimbawan.

Nov 10, 2019

Meningkatkan Persaudaraan dalam MAKRAB (Malam Keakraban)


Hubungan antara manusia satu dengan lainnya sangatlah penting. Keduanya akan saling membutuhkan dan akhirnya timbul rasa bergantung. Begitu pula dengan para mahasiswa baru di Politeknik LPP Yogyakarta. Selain menimba ilmu, kehidupan bersosial juga dianggap penting peranannya. Mereka akan menciptakan suasana akrab dan dekat sebagai teman seperjuangan.

Di beberapa kampus, banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Namun, ada satu kegiatan yang paling populer yaitu Malam Keakraban (Makrab). Kegiatan ini biasanya menjadi program utama himpunan di Politeknik LPP Yogyakarta.

Secara konsep, tujuan masing-masing himpunan relatif sama yaitu agar mahasiswa baru mengenal teman seperjuangan dan kakak tingkat mulai dari para panitia, PU (Penanggungjawab Umum), DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) hingga Demisioner (kakak tingkat yang akan lulus/ wisuda). sedangkan tujuan  lain dari kegiatan ini yaitu menciptakan kenyamanan bersosial diantara individu.

Oleh karena itu, kegiatan malam keakraban ini selalu dilaksanakan setiap tahun dan wajib diikuti oleh seluruh anggota himpunan yang belum pernah mengikutinya.

 

Penulis  : Ayu Paramitha

Sumber :  Ayu Paramitha