2nd Annual Plantation Career Expo


PCE (Plantation Career Expo) adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh CDC sebagai fasilitator bagi mahasiswa Politeknik LPP khususnya dan seluruh mahasiswa pada umumnya dalam mendapatkan pekerjaan. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu umtuk membantu mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan dan membantu perusahaan dalam mendapatkan freshgraduate.

Ibu Ratna Sundari selaku ketua CDC (Career Development Center) mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yaitu 2-3 Oktober 2018. Adapun pesertanya yaitu mahasiswa dari 35 perguruan tinggi baik yang berada di Jawa ataupun luar Jawa. Beberapa diantaranya POLITEKNIK LPP, UGM, UPN, UAJY, ITS, USU, UNDIP, STTH MALANG, UN GARUT dan UN MATARAM.

Kegiatan PCE tahun ini diikuti oleh 9 perusahaan diantaranya PTPN VIII, PTPN IX, Triputra Agro Persada, dan PT. Musimas. Sedangkan untuk pendaftarannya tidak dipungut biaya apapun (gratis). Sehingga bagi mahasiswa yang belum mendapatkan pekerjaan dan ingin melamar pekerjaan, bisa langsung datang dan memilih perusahaan yang diinginkan.

Ibu Ratna berharap agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena bagaimana pun juga ini merupakan suatu peluang yang sangat bagus bagi para mahasiswa untuk bergabung dengan perusahaan yang diinginkan.

Penulis  : Ayu Paramitha

Sumber : Sundari, ratna. Direct Interview. 5 Oktober. 2018

 

Studi Ilmiah SMK Gula Rajawali Madiun di Politeknik LPP Yogyakarta


Suasana kampus Politeknik LPP Yogyakarta yang biasanya ramai dengan mahasiswa berseragam coklat khas perkebunan hari Jumat, 20 Oktober 2017, ini tampak berbeda dengan adanya kunjungan para siswa SMK dengan seragam putih abu-abu. SMK Gula Rajawali Madiun, sebuah sekolah menengah kejuruan yang didirikan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia mengawali rangkaian studi ilmiahnya ke Yogyakarta dengan mengunjungi Politeknik LPP. Dengan disambut oleh Wakil Direktur I Politeknik LPP, Ibu Ratna Sri Harjanti, ST, M.Eng dan Wakil Direktur III Politeknik LPP, Bapak Rifai Rahman Saputro, sebanyak 39 siswa siswi kelas 11 dan 8 guru pendamping serta kepala sekolah berkunjung untuk melihat langsung kampus Politeknik LPP Yogyakarta.

WhatsApp Image 2017-10-28 at 8.02.21 AM

Bapak Suparmanu, Kepala Sekolah SMK Gula Rajawali Madiun menyampaikan maksud studi ilmiah yakni memberikan gambaran bagi para siswa siswi SMK Gula Rajawali untuk kelak dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di Politeknik LPP Yogyakarta seperti halnya 11 alumni SMK Gula Rajawali yang pada saat ini sedang menempuh pendidikan di Politeknik LPP Yogyakarta. Harapan SMK Gula Rajawali agar kedepannya dapat meningkatkan jalinan kerjasama pengembangan SDM Perkebunan dengan Politeknik LPP Yogyakarta. Selain itu beliau juga berharap agar ada skema pelatihan bagi para guru SMK Gula Rajawali Madiun untuk meningkatkan kompetensi mereka sebagai tenaga pengajar sekolah menengah khusus di sektor perkebunan.

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak juga sepakat untuk meningkatkan jalinan kerjasama dengan penandatanganan MoU kerjasama. Adapun bidang kerjasama yang disasar adalah untuk pengembangan kompetensi, penyaluran lulusan hingga kajian kurikulum guna meningkatkan mutu pendidikan kejuruan. Dengan didamping staf Politeknik LPP, para siswa dan guru SMK Gula Rajawali mengakhiri kunjungannya dengan campus tour untuk melihat dari dekat sistem pembelajaran dan fasilitas-fasilitas penunjang pembelajaran yang akan mereka nikmati kelak jika memilih untuk berkuliah di Politeknik LPP Yogyakarta. (LCP)

RESIMEN MAHASISWA MAHAKARTA SATUAN POLITEKNIK LPP ANGKATAN I TAHUN 2018


MENWA TAHUN PERDANA

Tahun pertama merupakan tahun sakral yang paling bernilai dan berarti. Bertepatan dengan kalimat itu, tahun 2018 ini menjadi tahun yang istimewa bagi Politeknik LPP Yogyakarta yang baru resmi memiliki Resimen Mahasiswa kali perdana. MENWA ini merupakan hasil civitas akademik badan eksekutif mahasiswa bersama Bapak Rifa’i Rachman Saputro selaku Wadir III bidang kemahasiswaan, Bapak Saktiyono Sigit Pamungkas staf wadir III bidang kemahasiswaan, dan Bapak Achmad Toyibun selaku Presiden Mahasiswa, untuk mewujudkan peraturan pementintah berkenaan dengan setiap perguruan tinggi diwajibkan memiliki organisasi legal yang bergerak di bidang Bela Negara.

MENWA perdana ini beranggotakan tujuh pandawa yang karena semangatnya menjadi anggota dalam MENWA yang baru terbentuk ini. Mereka diantaranya addalah M. Sapril Sitepu, Agung Abdinoto, Wahyudi, Hendrikus Hendri, Dimas Ruan Dhanu, Jaka Prasetya, dan Achad Syafi’i.

Bapak Rifa’i mengatakan bahwa “Menjadi seorang anggota MENWA bukanlah suatu pekerjaan yang mudah melainkan penuh tantangan yang didalamnya diperlukan totalitas, loyalitas, serta tanggung jawab yang sangat besar untuk mengemban tugas dan amanah menjadi seorang pemuda sekaligus pejuang, menjadi pemikir sekaligus komponen cadangan untuk mempertahankan negara apabila dibutuhkan sewaktu-waktu jika terjadi situasi yang tidak terduga”.

Selayaknya di tahun pertama dengan dimulainya segala sesuatu yang baru, MENWA ini tidak terbentuk secara semerta-merta melainkan terdapat perjuangan keras dibaliknya. Banyak tahapan yang dilakukan melalui serangkaian proses yang harus dilewati untuk menjadikan calon pandawa tersebut menjadi anggota MENWA sejati.

gbr 2

Setelah dilakukannya seleksi terlebih dahulu di Politeknik LPP Yogyakarta, tahap pertama yang harus dilalui para calon pandawa ini adalah Pra Pendidikan Dasar yang merupakan sebuah kegiatan yang mana para calon anggota dibentuk dengan pembekalan materi awal yang dibutuhkan saat pelatihan. Dalam tahap ini bertepatan dengan tanggal 20 Februari 2018, Politeknik LPP bergabung bersama beberapa universitas lain yang juga melakukan hal serupa seperti STTA, dan STTNAS.

Selanjutnya pada kegiatan Pendidikan Dasar  yang diselenggarakan di Rindam IV Diponegoro Magelang yang diikuti oleh 22 universitas lainnya dengan tujuan untuk melatih fisik dan mental serta untuk dibina secara disiplin, pengarahan cara berkomunikasi atau memberi instruksi yang baik di depan khalayak ramai, cara bertahan dihidup di kondisi yang tidak memungkinkan seperti di hutan dan kehabisan bahan makanan, cara berfikir menyelesaikan masalah pada keadaan mendesak, dan yang paling penting adalah upaya dasar Bela Negara ini dilatih langsung oleh para TNI.

Rangkaian kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah berupa Pembaretan dimana kegiatan ini merupakan sebuah tradisi yang turun temurun. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan penutup dari serangkaian acara yang telah dilakukan.

Dengan serangkaian kegiatan tersebut, calon anggota MENWA yang dilatih sudah resmi dilantik sebagai anggota MENWA resmi yang siap dipulangkan kembali ke universitasnya masing-masing dan siap berdedikasi penuh untuk kampusnya serta tanah airnya. Adapun tugas dan tanggung jawab ketujuh anggota MENWA ini adalah sama seperti MENWA di wilayah kerja DIY ditambah tugas yang dibebankan oleh kampus.

gbr 1 gbr 3

LPP-BPDP Kumpulkan Stakeholder di Seminar “Sustainable Palm Oil Insight”


WhatsApp Image 2018-01-19 at 11.50.17 AM

YOGYA, KRJOGJA.com – Memperingati Dies Natalis ke-48, Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) menggelar seminar keberlanjutan industri kelapa sawit bertema “Sustainable Palm Oil Insight” bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit 17-18 Januari 2018. Mendatangkan pembicara dari Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Institute of Development of Economics and Finance (INDEF), PT Perkebunan Nusantara, Balai Besar Teknologi Bogor dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), LPP ingin menjembatani terbangunnya industri hilir kepala sawit untuk memaksimalkan pendapatan negara.

Mustangin, Ketua Panitia Seminar Sustainable Palm Oil Insight mengatakan pemilihan tema tersebut diambil lantaran saat ini industri kelapa sawit mengalami banyak tantangan baik dari dalam maupun luar negeri. Menurut dia, seminar tersebut ingin menjelaskan sekaligus mengajak seluruh instansi terkait untuk bahu-membahu mengatasi permasalahan yang dihadapi salah satu jenis komoditas perkebunan andalan Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan pada akademisi, praktisi, pemerhati, investor dan juga pemerintah tentang kondisi saat ini dari industri kepala sawit di Indonesia dan dunia. Harapannya, kedepan muncul solusi, inovasi dari pihak-pihak terkait untuk mengurai tantangan industri kelapa sawit khususnya di Indonesia,” ungkapnya pada KRjogja.com Rabu (17/1/2018).

Danang Girindrawardana pembicara dari GAPKI dalam pemaparannya mengungkap sektor kelapa sawit saat ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara dari industri hulu (pertanian) dengan hasil Crude Palm Oil (CPO). Tak hanya itu, kelapa sawit Indonesia saat ini menurut dia juga mendominasi 48 persen produksi CPO dunia yang secara tak langsung menempatkan Indonesia bersaing dengan negara seperti Amerika Serikat.

“Namun karena banyaknya kampanye hitam tentang industri kepala sawit selama ini yang disorot hal buruknya saja, misalnya seperti deforestasi (penghilangan hutan untuk perubahan peruntukan lahan), penggunaan pekerja anak hingga isu HAM begitu masif diberitakan. Orang kemudian tak tahu bahwa industri sawit ini selalu menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tinggi, menghemat devisa begitu besar dan secara lokal petani kelapa sawit seluruhnya berada di atas garis kemiskinan, menurut data BPS,” ungkapnya.

Meski begitu, Danang tak memungkiri predikat lahan penghasil terbesar dengan PDRB besar tak lantas membuat Indonesia unggul dibandingkan negara lainnya khususnya dalam ranah industri hilir. “Ketika bicara industri hilir (olahan) maka kita ini minder karena tak ada apa-apanya. Kita harus kejar agar tak ketinggalan paling tidak di ASEAN dulu,” sambungnya.

Industri hilir menurut Danang juga menjadi salah satu hal penting yang harus segera dipikirkan oleh instansi terkait di Indonesia agar kedepan kelapa sawit tak berakhir seperti komoditas perkebunan lain di Indonesia. “Di Indonesia kita baru bicara food, bio diesel tapi  di luar negeri mereka sudah berpikir mengembangkan diversifikasi produk misalnya jadi untuk interior pesawat yang ketika disentuh tak meninggalkan sidik jari. Jadi sudah jangan hanya fokus pada industri huku saja seperti sekarang,” ungkapnya lagi.

Ir  R Azis Hidayat perwakilan ISPO yang juga menjadi pembicara seminar mengharapkan segera ada langkah nyata dari pemerintah agar segera mengundangkan ISPO sebagai otoritas kelapa sawit di Indonesia. Hal tersebut penting mengingat saat ini Indonesia masih harus mengikuti standarisasi negara lain sekaligus memperbaiki tata kelola kelapa sawit di dalam negeri.

“Karena kita juara dunia banyak yang tak senang seperti dari Eropa yang sampai hari ini pasti ada berita negatif tentang sawit dan dalam sehari bisa puluhan berita. Tuduhan bagi negara kita sangat banyak belum itu deforestasi, pekerja anak dan isu HAM juga. ISPO berupaya memperbaiki diri berdasar tuntutan dunia dengan memastikan sustainability palm oil dari hulu hingga hilir,” terangnya. (Fxh)

sumber: http://krjogja.com/web/news/read/55373/LPP_BPDP_Kumpulkan_Stakeholder_di_Seminar_Sustainable_Palm_Oi

Kemtan: perusahaan sawit dituntut berinovasi


WhatsApp Image 2018-01-19 at 11.50.17 AM (1)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) – Perusahaan sawit dituntut berinovasi dalam pengelolaan industri kelapa sawit, kata Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Dedy Junaidi.
“Inovasi perlu dilakukan di sektor hulu, pengembangan industri hilir, dan diversifikasi produk kelapa sawit dari limbah komoditas itu,” katanya pada seminar “Sustainable Palm Oil Insight” di Auditorium Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta, Rabu.
Untuk mendukung upaya itu, kata Dedy, pemerintah telah mengimplementasikan dua kebijakan strategis yakni pengamanan bahan baku berupa tarif bea keluar dan dana perkebunan yang proindustri serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Menurut dia, beberapa perusahaan kelapa sawit merespons peluang itu dengan mulai berinvestasi pada teknologi terintegrasi dan terbarukan untuk menghasilkan inovasi pengembangan teknologi di sektor hulu yang berkelanjutan.
Selain itu, inovasi pengembangan produk hilir kelapa sawit dan pemanfaatan limbah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ia mengatakan, industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis bagi perekonomian Indonesia. Saat ini Indonesia merupakan produsen terbesar CPO dunia dengan total kontribusi sebesar 48 persen dari produksi CPO dunia sekaligus menguasai 52 persen pasar ekspor minyak kelapa sawit.
“Areal lahan kelapa sawit di Indonesia saat ini mencapai sekitar 10 juta hektare dengan produksi 180 juta ton per tahun,” kata Dedy.
Sementara itu, Ketua Panitia Seminar “Sustainable Palm Oil Insight” Muhammad Mustangin mengatakan, seminar itu bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai rantai pasok industri sawit sehingga terjaga keberlanjutannya.
“Hal itu melingkupi sektor hulu, pengembangan industri hilir, dan pemanfaatn `by product` sebagai produk yang mempunyai nilai ekonomi kepada seluruh pemangku kepentingan dan praktisi sawit,” katanya.
Menurut dia, seminar yang berlangsung hingga 18 Januari 2018 itu terselenggara atas kerja sama LPP Yogyakarta, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit, dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Holding.
“Seminar dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri atas pejabat pemerintah, akademisi, peneliti, investor, perusahaan, petani, pelaku usaha, praktisi, pemerhati, dan seluruh pemangku kepentingan dalam industri kelapa sawit,” kata Mustangin

sumber: https://jogja.antaranews.com/berita/352098/kemtan-perusahaan-sawit-dituntut-berinovasi

Seminar HIMAKSI: Peran Profesi Akuntan di Industri Perkebunan Indonesia


Mengawali tahun 2018, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) menyelenggarakan seminar internal bertema  Peran Profesi Akuntan di Industri Perkebunan Indonesia. Seminar berlangsung di Lantai 4 Convention Hall, Kantor Pusat LPP pada Senin, 8 Januari 2018. Seminar dihadiri seluruh mahasiswa Prodi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta baik dari tingkat I, II maupun III. Turut hadir dalam seminar Kepala Program Studi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta, Dra. Dwi Aryani Suryaningrum, MFM, dosen-dosen Program Studi Akuntansi dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa.

IMG_1942 ed

Madya Budi Prastyawan SE, MIK Direktur Utama PT Dasaplast Nusantara dan Mudrihatul Fadilah, Staf Keuangan Kantor Pusat PTPN XI hadir sebagai narasumber. Merupakan kebanggaan bagi HIMAKSI dan Prodi Akuntansi Politeknik LPP untuk menghadirkan dua narasumber yang juga merupakan alumni Prodi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta dan saat ini berkarir di industri perkebunan Indonesia. Beberapa hal yang dipaparkan narasumber adalah tentang kondisi perkebunan Indonesia saat ini, peluang dan tantangan bagi mahasiswa Akuntansi serta kualitas dan pengembangan diri yang sebaiknya dipersiapkan dan dimiliki oleh mahasiswa Akuntasi agar dapat meraih kesuksesan di dunia kerja nantinya. (LCP)

Politeknik LPP Yogyakarta wisuda 209 Lulusan Diploma dan Sarjana Terapan


Politeknik LPP Yogyakarta mewisuda 209 lulusan Ahli Madya dan Sarjana Terapan pada 25 Oktober 2017. Sebanyak 9 orang lulusan berhasil lulus dengan predikat “Dengan Pujian” dan lulusan terbaik berhasil diraih oleh Feri Taryana dari prodi Budidaya Tanaman Perkebunan DIV dengan IPK 3,90. Setelah menempuh studi selama 3 tahun untuk program diploma III dan 4 tahun untuk program sarjana terapan, para mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dan berhak menyandang gelar Ahli Madya dan Sarjana Terapan di bidang perkebunan.

Wisuda kali ini merupakan wisuda ke-17 sejak berdirinya Politeknik LPP Yogyakarta pada tahun 1997. Pada periode 2017 ini, sebanyak 28 orang lulus dari Program Studi Teknik Kimia, 32 lulusan Teknik Mesin, 19 lulusan Akuntansi, 75 lulusan Budidaya Tanaman Perkebunan DIII dan 54 lulusan Budidaya Tanaman Perkebunan DIV.

DSC_4234

Direktur Politeknik LPP Yogyakarta Ari Wibowo, ST., M.Eng dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada orang tua dan para wisudawan. Secara khusus Ari berpesan kepada para wisudawan agar siap dan tangguh menghadapi tantangan dalam mewujudkan cita-cita. Keberhasilan para wisudawan dalam kehidupan setelah lulus akan membawa kebanggaan juga bagi Politeknik LPP Yogyakarta. Menurut Ari lulusan kali ini menorehkan prestasi yang baik yakni 75% lulusan memiliki IPK lebih dari 2,75. Selain itu, sejumlah lulusan juga telah diterima bekerja di berbagai perusahaan seperti PT Best Agro International, PT Triputra Agro Persada, PT Smart, PT PG. Rajawali II, PT Indo Gula Pastika, PT Softex Indonesia, PT Karya Mas Adinusantara dan PT Fajar Surya Swadaya, PT. GMPJ.

Dalam sambutannya juga Bapak Aris Budi Widodo, SE, MBA selaku Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua wisudawan yang telah mempercayakan masa depan putra-putri mereka di Politeknik LPP dan beliau sangat bangga atas semua prestasi yang sudah diraih oleh wisudawan dan wisudawati Politeknik LPP.

Selamat mewujudkan cita-cita lulusan Politeknik LPP Yogyakarta. Semoga karya nyata di dunia perkebunan membawa kejayaan bagi perkebunan Indonesia.

Studi Ilmiah SMK Gula Rajawali Madiun di Politeknik LPP Yogyakarta


Suasana kampus Politeknik LPP Yogyakarta yang biasanya ramai dengan mahasiswa berseragam coklat khas perkebunan, hari Jumat, 20 Oktober 2017 tampak berbeda dengan adanya kunjungan para siswa SMK dengan seragam putih abu-abu. SMK Gula Rajawali Madiun, sebuah sekolah menengah kejuruan yang didirikan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia mengawali rangkaian studi ilmiahnya ke Yogyakarta dengan mengunjungi Politeknik LPP. Dengan disambut oleh Wakil Direktur I Politeknik LPP, Ibu Ratna Sri Harjanti, ST, M.Eng dan Wakil Direktur III Politeknik LPP, Bapak Rifai Rahman Saputro, sebanyak 39 siswa siswi kelas 11 dan 8 guru pendamping serta kepala sekolah berkunjung untuk melihat langsung kampus Politeknik LPP Yogyakarta.

WhatsApp Image 2017-10-28 at 8.02.21 AMWhatsApp Image 2017-10-28 at 8.02.20 AM

Bapak Suparmanu, Kepala Sekolah SMK Gula Rajawali Madiun menyampaikan maksud studi ilmiah yakni memberikan gambaran bagi para siswa siswi SMK Gula Rajawali untuk kelak dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di Politeknik LPP Yogyakarta seperti halnya 11 alumni SMK Gula Rajawali yang pada saat ini sedang menempuh pendidikan di Politeknik LPP Yogyakarta. Harapan SMK Gula Rajawali agar kedepannya dapat meningkatkan jalinan kerjasama pengembangan SDM Perkebunan dengan Politeknik LPP Yogyakarta. Selain itu beliau juga berharap agar ada skema pelatihan bagi para guru SMK Gula Rajawali Madiun untuk meningkatkan kompetensi mereka sebagai tenaga pengajar sekolah menengah khusus di sektor perkebunan.

WhatsApp Image 2017-10-28 at 8.02.23 AM

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak juga sepakat untuk meningkatkan jalinan kerjasama dengan penandatanganan MoU kerjasama. Adapun bidang kerjasama yang disasar adalah untuk pengembangan kompetensi, penyaluran lulusan hingga kajian kurikulum guna meningkatkan mutu pendidikan kejuruan. Dengan didamping staf Politeknik LPP, para siswa dan guru SMK Gula Rajawali mengakhiri kunjungannya dengan campus tour untuk melihat dari dekat sistem pembelajaran dan fasilitas-fasilitas penunjang pembelajaran yang akan mereka nikmati kelak jika memilih untuk berkuliah di Politeknik LPP Yogyakarta. (LCP)

90 mahasiswa baru penerima beasiswa BPDP KS – LPP periode 2017/2018 memasuki kampus Politeknik LPP Yogyakarta


Setelah melalui proses seleksi yang ketat dan menempuh perjalanan darat dan udara dari daerah masing-masing, akhirnya 90 mahasiswa baru penerima beasiswa BPDP KS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) periode 2017/2018 memasuki kampus Politeknik LPP Yogyakarta pada hari ini Jumat, 20 Oktober 2017. Ke-90 mahasiswa baru terpilih ini berhasil mengungguli 822 pelamar beasiswa BPDP KS – LPP lainnya di seluruh Indonesia. Proses seleksi telah dilaksanakan pada Bulan September hingga Oktober 2017 oleh Tim Seleksi Beasiswa Politeknik LPP di 11 kota di Indonesia yakni Medan, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Bengkulu, Lampung, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makasar dan Yogyakarta. Program beasiswa BPDP KS – LPP merupakan program kerjasama antara Politeknik LPP Yogyakarta dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit yakni sebuah lembaga yang dibentuk oleh pemerintah pada tahun 2015 untuk mengelola dana pungutan kelapa sawit. Pada periode 2017/2018 ini, BPDP KS menyediakan beasiswa bagi 90 anak petani/buruh sawit lulusan SMU/SMK di seluruh Indonesia untuk menempuh pendidikan program diploma selama 3 tahun di Politeknik LPP Yogyakarta.

DSC08171

Kehadiran ke-90 mahasiswa baru penerima beasiswa BPDP KS – LPP disambut hangat oleh segenap civitas akademika Politeknik LPP Yogyakarta. Bertempat di Lantai 4 Gedung Pusat LPP, Bapak Gunawan Ciptadi selaku Pembina Yayasan Pendidikan Perkebunan secara langsung menyambut para taruna-taruna baru ini dalam kegiatan “Pembukaan dan Kuliah Perdana Beasiswa D3 Sawit BPDP KS – LPP”. Dalam sambutannya, Bapak Gunawan Ciptadi berpesan agar para penerima beasiswa memiliki motivasi yang kuat agar dapat menghadapi segala tantangan guna mencapai sasaran dengan baik yakni menjadi seorang planter yang profesional dan berkarakter. Seorang planter disebut profesional jika mengerjakan yang benar dengan benar. Dalam hal ini seorang planter harus memahami apa yang akan dikerjakannya lalu mengerjakan hal tersebut dengan benar. Menjadi planter yang berkarakter berarti menguasai bidangnya dengan sangat baik sehingga mampu  menghayati pekerjaan dan peran yang dilakukan dengan maksimal. Bapak Gunawan Ciptadi mengambil contoh tindakan yang akan diambil oleh seseorang ketika mendapati lahan kelapa sawit tergenang air. Jika dia adalah seorang planter yang berkarakter maka ia akan mengambil aksi untuk membuat drainase. Ia akan mengunjungi lahan pada saat hujan deras agar dapat melihat secara langsung kondisi lahan hingga dapat membuat drainase dengan tepat.

“Tujuannya agar kelak mereka dapat memajukan perkebunan Indonesia menjadi perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan (sustainable) sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup”

DSC08177

Turut hadir dalam Pembukaan dan Kuliah Perdana Beasiswa D3 Sawit BPDP KS – LPP adalah Bapak Herdrajat Natawidjadja selaku Direktur Penghimpun Dana BPDP KS. Bapak Herdrajat Natawidjadja berpesan agar para penerima beasiswa yang sangat beruntung telah menyisihkan ratusan pelamar lainnya memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di Politeknik LPP dengan maksimal. Tujuannya agar kelak mereka dapat memajukan perkebunan Indonesia menjadi perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan (sustainable) sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup. Pada kesempatan tersebut, Bapak Herdrajat Natawidjadja juga menyampaikan kuliah umum berjudul “Fakta Kelapa Sawit dan Peran BPDPKS dalam mendukung Industri Kelapa Sawit Indonesia.” Indonesia merupakan negara yang dianugerahi iklim, topografi dan jenis tanah serta luas lahan yang sangat cocok untuk perkebunan dan industri sawit sehingga hal ini seharusnya menjadi ciri khas dan keunggulan Indonesia. Empat pohon kelapa sawit koleksi Kebun Raya Bogor pada tahun 1848 telah berkembang menjadi hampir 12 juta Hektar kebun kelapa sawit di Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia merupakan negara dengan produksi dan luas lahan kelapa sawit terbesar di dunia. Adapun isu-isu negatif yang berkembang terkait perkebunan kelapa sawit seperti isu lingkungan hidup dan isu mempekerjakan anak merupakan isu-isu yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak yang menganggap bisnisnya terancam dengan meningkatkan komoditas sawit. Bapak Hedrajat menekankan agar para mahasiswa baru penerima beasiswa dapat lebih lagi mendalami dan menggali ilmu seputar perkebunan kelapa sawit di Politeknik LPP Yogyakarta agar dapat membawa perkebunan Indonesia jaya di masa yang akan datang. (LCP)

Politeknik LPP Yogyakarta Gelar Plantation Career Expo 2017


Dalam rangka Dies Natalis Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta yang ke-20 dan juga bertepatan dengan selesainya tahapan yudisium periode 2017, Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta menggelar bursa kerja perdana bertema “Plantation Career Expo 2017 – Masa Depan Sukses di Dunia Perkebunan”.  Tekad Politeknik Perkebunan LPP untuk memfasilitasi serta mempercepat para calon wisudawan – wisudawati mendapatkan pekerjaan merupakan salah satu misi terselenggaranya kegiatan ini. Selain itu, kebutuhan tenaga kerja pada perusahaan perkebunan juga terus meningkat sehingga melalui kegiatan ini, perusahaan-perusahaan perkebunan berkesempatan untuk menjaring lulusan-lulusan terbaik sesuai dengan kebutuhan perusahaannya.

IMG_20171003_103705

Plantation Career Expo 2017 yang digelar Politeknik Perkebunan LPP merupakan bursa kerja yang khusus memfasilitasi para lulusan pendidikan tinggi di bidang perkebunan/pertanian untuk memulai dan mengembangkan karirnya di perusahaan perkebunan. Bertempat di Auditorium LPP Yogyakarta, Plantation Career Expo 2017 diselenggarakan selama dua hari yakni 2 – 3 Oktober 2017. Belasan perusahaan baik dari BUMN ataupun Swasta (Holding BUMN Perkebunan, PT. Triputra Agro Persada, Mitra Tani 27, PT. Astra Agro Lestari, PT Olam Indonesia, PT DUS Indonesia, PT Sukses Mantap Sejahtera, Samora Group, PT. Indo Gula Pastika, PT. Kurnia Luwuk Sejati, PT. Bangkitgiat Usaha Mandiri dan BRI) berpartisipasi dalam pameran kerja ini. Adapun bentuk partisipasi perusahaan adalah dengan membuka lowongan kerja, menjadi narasumber seminar/sarasehan bagi para dosen Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta ataupun dengan mempresentasikan profil perusahaannya kepada ribuan pengunjung yang memadati Auditorium LPP Yogyakarta.

IMG_20171002_114127

IMG_20171002_101002

Ribuan para pencari kerja yang mengunjungi Plantation Career Expo 2017 berasal dari lebih dari 20 universitas dan pendidikan tinggi di wilayah Jogja dan Jawa Tengah hingga luar pulau Jawa. Saat ini proses rekrut bagi pengunjung career expo yang telah menyerahkan lamaran selama kegiatan berlangsung masih terus berlangsung dan diharapkan dari pengunjung career expo utamanya lulusan Politeknik Perkebunan LPP Yogyakarta dapat terjaring untuk dapat mulai berkarya dan menerapkan ilmunya untuk memajukan perusahaan perkebunan Indonesia dengan kompetensi dan karakter yang dimilikinya (LCP).