MOU Politeknik LPP-SMA Negeri 1 Glenmore: Membangun Kearifan Lokal Glenmore Menuju Kejayaan Perkebunan Indonesia

image_url

“Perkebunan merupakan masa depan Indonesia” demikian disampaikan Direktur Politeknik LPP, Ari Wibowo, ST., M.Eng pada kesempatan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Politeknik LPP Yogyakarta dengan SMA Negeri 1 Glenmore Banyuwangi pada hari Rabu (8/3). Pada kesempatan tersebut Pak Ari juga menyampaikan bahwa perkebunan adalah mutiara terpendam yang dimiliki Indonesia, dan khususnya Banyuwangi, dimana selama ini tidak banyak diketahui para anak-anak muda yang merupakan generasi penerus di masa depan. Pada umumnya generasi muda bercita-cita untuk bekerja pada bidang-bidang populer seperti kesehatan, perbankan, manufaktur, teknologi informasi, ataupun pertambangan. Sedangkan perkebunan sangat jarang menjadi tujuan utama untuk mengembangkan karier kedepan. Padahal perkebunan memiliki peran yang sangat penting bagi perekonominan Indonesia, dimana produk-produk perkebunan seperti kelapa sawit, karet dan kakao merupakan komoditas andalan Indonesia di perdagangan dunia. Di Banyuwangi sendiri, tidak banyak orang yang tau bahwa kabupaten tertimur di pulau Jawa ini merupakan penghasil kakao dan kopi terbaik di dunia, yaitu kakao edel dan kopi luwak. Kakao edel merupakan kakao dengan kualitas terbaik dengan kadar biji putih mencapai sekitar 80% dimana rata-rata kakao premium dunia memiliki kadar biji putih sekitar 50%. Demikian juga dengan kopi luwak, saat ini masih tercatat sebagai kopi termahal di dunia, dengan harga mencapai 2,08 juta rupiah per 500 gram. Dengan potensi tersebut sudah sepatutnya perkebunan menjadi bidang tujan para generasi muda untuk mengembangkan karier di masa depan.

“Perkebunan adalah mutiara terpendam yang dimiliki Indonesia”

Sementara itu, kepala sekolah SMA Negeri 1 Glenmore, Drs. Mujiono, MPd, menyampaikan bahwa SMAN 1 Glenmore merupakan sekolah yang berada di lingkungan perkebunan dan pesantren. “Siswa-siswa kami berasal dari lingkungan perkebunan dan pesantren, sehingga kedepan SMAN 1 Glenmore memiliki visi untuk menjadi Plantation School yang menyiapkan SDM tangguh pada bidang perkebunan”, demikian disampaikan oleh Pak Muji. Melalui kemitraan dengan Politeknik LPP ini diharapkan akan dapat membentuk keunggulan dari SMAN 1 Glenmore yaitu pada bidang perkebunan, dan dapat menjadi motor pengembangan industri lokal Banyuwangi untuk meningkatkan perekonomian lokal. Kerjasama ini mendorong sekolah bukan hanya sebagai pusat transfer pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai pemberdayaan dan penyemaian keunggulan daerah menyongsong era perdagangan bebas (MEA dan AFTA).

Sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman ini, dalam waktu dekat akan dilakukan studi intensif oleh kedua belah pihak terkait keunggulan dan kearifan lokal yang dimiliki oleh SMAN 1 Glenmore yang selanjutnya diintegrasikan ke kurikulum sekolah dalam bentuk mata pelajaran berbasis perkebunan. Tahap berikutnya adalah pengembangan laboratorium perkebunan di sekolah dengan memanfaatkan kedekatan dan kerjasama dengan industri perkebunan di Banyuwangi. Melalui kerjasama ini diyakini akan dapat meningkatkan dunia perkebunan Banyuwangi sehingga dapat menjadi produk unggulan di tingkat dunia.