

Greennarration Indonesia menyelenggarakan acara ini sebagai bentuk kampanye lingkungan di media sosial. Dalam podcast ini, mereka mengundang Dosen dan Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta untuk bertukar pikiran.
Diskusi berfokus pada pandangan akademisi dan mahasiswa mengenai energi terbarukan, khususnya biodiesel. Para narasumber membahas perkembangan industri, teknologi proses, kendala lapangan, hingga harapan masa depan bagi energi terbarukan di Indonesia.
Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah, mulai dari biomassa hingga panas bumi. Namun, potensi ini memerlukan upaya nyata dari berbagai pihak agar menjadi produk energi yang bermanfaat.
Akademisi berperan melalui penelitian, pemerintah melalui kebijakan, dan industri sebagai pelaksana produksi. Ketiga pihak ini harus saling mendukung demi mewujudkan Indonesia Mandiri Energi.
Saat ini, kelapa sawit menjadi perhatian utama karena posisinya sebagai sumber biomassa terbesar di Indonesia. Minyak sawit mengandung asam lemak yang dapat berubah menjadi Bahan Bakar Nabati (BBN) cair maupun padat.
Meski begitu, pengembangan BBN berbasis sawit menghadapi tantangan besar, terutama isu deforestasi. Pemerintah pun terus mengampanyekan fakta kebenaran mengenai sawit untuk memperbaiki persepsi dunia. Saat ini, Indonesia serius mengembangkan aplikasi B10, B20, hingga B30. Bahkan, terdapat proyek percontohan teknologi hydrocarbon cracking hasil pengembangan ITB untuk memproduksi Diesel 100 (D100).
Sebagai akademisi, kami berharap pemerintah terus mengembangkan energi terbarukan secara serius. Indonesia harus memanfaatkan potensi besar ini untuk kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
Terkait isu lingkungan, pelaku industri wajib menerapkan prinsip Sustainable Palm Oil pada seluruh rantai pasok mereka. Dengan komitmen ini, industri sawit dapat menjadi pilar utama kemandirian energi yang ramah lingkungan.
