Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) 2019


Bagi yang berminat, dipersilakan untuk melakukan pendaftaran online Beasiswa PPA yang telah dibuka dari tanggal 2 Juli – 10 Juli 2019 melalui link http://bit.ly/ppaPoltek2019

Persyaratan yang perlu diperhatikan untuk pengajuan beasiswa tersebut adalah membuat permohonan Beasiswa PPA/ Bantuan Biaya Pendidikan PPA  dengan dilampiri sebagai berikut:

A. Persyaratan Calon Peserta:

  1. Mahasiswa aktif Diploma IV Angkatan 2016, 2017 dan 2018
  2. Mahasiswa aktif Diploma III Angkatan 2017 dan 2018

B. Berkas Pendaftaran:

  1. Surat Keterangan Penghasilan Orangtua
  2. Surat Rekomendasi dari Program Studi (Prodi) yang ditanda tangani oleh Ketua/ Sekretaris Prodi;
  3. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM);
  4. Fotokopi Kartu Rencana Studi;
  5. Fotokopi Piagam/bukti prestasi lainnya (ko kulikuler / ekstrakulikuler) pada tingkat Nasional maupun Internasional (jika ada);
  6. Fotokopi Kartu Keluarga;
  7. Fotokopi transkrip nilai dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada semester Ganjil 2018/2019 paling rendah 3,00.

C. Mekanisme Pengumpulan Berkas:

  1. Semua Persayaratan diatas dikumpulkan dalam bentuk softcopy dan hardcopy selambat-lambatnya pada tanggal 10 Juli 2019.
  2. Berkas softcopy dikirimkan ke email: beasiswa@polteklpp.ac.id dengan subject/judul: Nama_NIM_PPA2019. Masing-masing berkas diberikan nama sesuai Point berkas pendaftaran di atas. (Misalnya: KTM_Ahmad Hanif.pdf)
  3. Berkas hardcopy dikumpulkan ke bagian Beasiswa/PMB dimasukkan ke dalam Map berwarna Merah.
  4. Form Permohonan beasiswa dapat di unduh melalui website polteklpp.ac.id/beasiswappa2019
  5. Informasi terkait beasiswa PPA dapat menghubungi Bagian Beasiswa (Fika: 0822-5333-8007)

    **Silakan unduh Form Beasiswa PPA 2019 : BLANGKO PENGAJUAN BEASISWA

POLITEKNIK UNTUK NEGERI: Mengabdi Pada Negeri, Mengembangkan Desa yang Mandiri


Jumat (10/5),Mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta mengadakan pelepasan kepanitiaan PUN (Politeknik Untuk Negeri) yang bertemakan “Mengabdi Pada Negeri,Mengembangkan Desa yang Mandiri”, di halaman kampus Politeknik LPP Yogyakarta yang di hadiri oleh Wadir I bidang Administrasi dan Keuangan,Presma dan Wapresma,Ketua Pelaksana serta Seluruh Himpunan Mahasiswa Program Studi Diploma III dan Diploma IV serta UKM Departemen Akademik dan UKM KPPA. Kegiatan ini bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu Mahasiswa di setiap bidang studi agar dapat digunakan langsung oleh masyarakat luas .

Dalam sambutan Bu Galuh,beliau mengatakan bahwasanya dengan di adakanya kegiatan POLITEKNIK UNTUK NEGERI ini, dapat menjadikan Mahasiswa Indonesia terkhusus Politeknik LPP sendiri dapat menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi yang sangat di junjung tinggi di bidang pendidikan. Beliau juga berpesan agar kegiatan ini dapat berjalan sampai tahun-tahun berikutnya serta menjadi contoh di Perguruan Tinggi lainya.

Kegiatan ini berjalan selama 3 hari (11,12,13/5) di Dusun Danen,Kampung Kalen Sleman,Yogyakarta. Pada hari pertama (11/5) kegiatan di isi oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi di Masjid Al-Furqon  Dusun Danen,mereka mengajarkan bagaimana cara pembukuan yang baik dan benar dalam bisnis kewirausahaan baik di bidang dagang maupun jasa. Sasaran dari pembelajaran ini adalah para pemuda karang taruna yang awam dengan pencatatam akuntansi secara akuntabel dan relevan. Tidak hanya bentuk Teori saja,namun masyarakat di ajak langsung untuk praktek pembukuan dalam beberapa kasus transaksi sehingga masyarakat dapat mengerti bagaimana pencatatan yang sebenarya.

Sabtu,di hari ke dua kegiatan di isi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia,Himpunan Mahasiswa BTP DIII dan Himpunan Mahasiswa Program Studi BTP DIV. Sebelum kegiatan lapangan di mulai,masyarakat di beri pembekalan Demonstrasi megenai Pupuk Organik,Biodisel serta Lubang biopori yang sangat bermanfaat hinga nantinya dapat di realisasikan oleh masyarakat sekitar dan dapat di ajarkan oleh masyarakat lainya.

HIMATEKIM memberikan pembekalan dan praktik bagaimana cara pembuatan pupuk kompos dengan bahan baku daun kering yang mudah di dapat di sekitaran rumah, Masyarakat juga di ajak untuk melakukan 3R (Reuse,Reduce,Recycle) agar daun kering yang selama ini menjadi tumpukan sampah bisa dimanfaatkan untuk menjadi pupuk kompos ramah lingkungan. Tidak hanya itu,masyarakat juga di ajarkan bagaimana cara membuat tempat sampah dari botol plastic bekas minuman mineral yang sangat bermanfaat agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya dan kembali mempergunakan sampah plastic sebagai media yang bermanfaat.

Tidak hanya HIMATEKIM,HIMA BTP DIII dan HMPS BTP DIV membuat taman bunga dipekarangan Guyup Rukun Dusun Danen,mereka mengajarkan bagaimana mempergunakan bambu dan Ban bekas agar dapat menjadi sebuah taman yang cantik dan bernilai,serta bagaimana cara menanam dengan baik. Selanjutnya,UKM Departemen Akademik juga memberikan pembelajaran kepada anak anak TPA Dusun Danen agar terus semangat dalam belajar dan meraih cita-cita.

Pada Hari terakhir, Minggu (13/5) Mahasiswa dan Masyarakat mengadakan Gotong Royong bersama-sama untuk membersihkan Kalen dan sekitaran Dusun Danen yang di Pandu oleh UKM KPPA. Mulai dari membersihkan jalanan sampai membuang sampah-sampah plastic disekitaran kalen. Penutupan Kegiatan POLITEKNIK UNTUK NEGERI di hadiri oleh Direktur Politeknik LPP,Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,Prema dan Wapresma,Ketua Pelaksana,Seluruh Himpunan serta Masyarakat Dusun Danen Kampung Kalen.

“Saya dan Mahasiswa saya berharap, apa yang di ajarkan oleh Mahasiswa-mahasiswa saya dapat menjadi sebuah ilmu yang sangat bermanfaat untuk Dusun Danen ini dan menjadi pembelajaran baru yang nantinya dapat diajarkan oleh masyarakat luas. Besar harapan saya juga agar Dusun Danen ini tetap maju dan terus mengembangkan Prestasi-prestasinya dan semangat dalam merealisasikan kampong sebagai tempat Ekowisata di Yogyakarta serta tetap menjaga silaturahmi antar desa dan Politeknik LPP”. Ucap Pak Ari Wibowo.

Ketua RT juga berpesan agar kegiatan POLITEKNIK UNTUK NEGERI ini tidak berhenti di sini saja,dan terus ada disetiap tahunya serta tetap mengembangkan Dusun Danen ini agar menjadi Ekowisata di Yoygakarta. Terima kasih juga untuk anak-anak Mahasiswa atas ilmu yang diberikan,dengan pasti ilmu ini akan sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat dan juga Dusun Danen ini.

RESIMEN MAHASISWA MAHAKARTA SATUAN POLITEKNIK LPP ANGKATAN I TAHUN 2018


MENWA TAHUN PERDANA

Tahun pertama merupakan tahun sakral yang paling bernilai dan berarti. Bertepatan dengan kalimat itu, tahun 2018 ini menjadi tahun yang istimewa bagi Politeknik LPP Yogyakarta yang baru resmi memiliki Resimen Mahasiswa kali perdana. MENWA ini merupakan hasil civitas akademik badan eksekutif mahasiswa bersama Bapak Rifa’i Rachman Saputro selaku Wadir III bidang kemahasiswaan, Bapak Saktiyono Sigit Pamungkas staf wadir III bidang kemahasiswaan, dan Bapak Achmad Toyibun selaku Presiden Mahasiswa, untuk mewujudkan peraturan pementintah berkenaan dengan setiap perguruan tinggi diwajibkan memiliki organisasi legal yang bergerak di bidang Bela Negara.

MENWA perdana ini beranggotakan tujuh pandawa yang karena semangatnya menjadi anggota dalam MENWA yang baru terbentuk ini. Mereka diantaranya addalah M. Sapril Sitepu, Agung Abdinoto, Wahyudi, Hendrikus Hendri, Dimas Ruan Dhanu, Jaka Prasetya, dan Achad Syafi’i.

Bapak Rifa’i mengatakan bahwa “Menjadi seorang anggota MENWA bukanlah suatu pekerjaan yang mudah melainkan penuh tantangan yang didalamnya diperlukan totalitas, loyalitas, serta tanggung jawab yang sangat besar untuk mengemban tugas dan amanah menjadi seorang pemuda sekaligus pejuang, menjadi pemikir sekaligus komponen cadangan untuk mempertahankan negara apabila dibutuhkan sewaktu-waktu jika terjadi situasi yang tidak terduga”.

Selayaknya di tahun pertama dengan dimulainya segala sesuatu yang baru, MENWA ini tidak terbentuk secara semerta-merta melainkan terdapat perjuangan keras dibaliknya. Banyak tahapan yang dilakukan melalui serangkaian proses yang harus dilewati untuk menjadikan calon pandawa tersebut menjadi anggota MENWA sejati.

gbr 2

Setelah dilakukannya seleksi terlebih dahulu di Politeknik LPP Yogyakarta, tahap pertama yang harus dilalui para calon pandawa ini adalah Pra Pendidikan Dasar yang merupakan sebuah kegiatan yang mana para calon anggota dibentuk dengan pembekalan materi awal yang dibutuhkan saat pelatihan. Dalam tahap ini bertepatan dengan tanggal 20 Februari 2018, Politeknik LPP bergabung bersama beberapa universitas lain yang juga melakukan hal serupa seperti STTA, dan STTNAS.

Selanjutnya pada kegiatan Pendidikan Dasar  yang diselenggarakan di Rindam IV Diponegoro Magelang yang diikuti oleh 22 universitas lainnya dengan tujuan untuk melatih fisik dan mental serta untuk dibina secara disiplin, pengarahan cara berkomunikasi atau memberi instruksi yang baik di depan khalayak ramai, cara bertahan dihidup di kondisi yang tidak memungkinkan seperti di hutan dan kehabisan bahan makanan, cara berfikir menyelesaikan masalah pada keadaan mendesak, dan yang paling penting adalah upaya dasar Bela Negara ini dilatih langsung oleh para TNI.

Rangkaian kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah berupa Pembaretan dimana kegiatan ini merupakan sebuah tradisi yang turun temurun. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan penutup dari serangkaian acara yang telah dilakukan.

Dengan serangkaian kegiatan tersebut, calon anggota MENWA yang dilatih sudah resmi dilantik sebagai anggota MENWA resmi yang siap dipulangkan kembali ke universitasnya masing-masing dan siap berdedikasi penuh untuk kampusnya serta tanah airnya. Adapun tugas dan tanggung jawab ketujuh anggota MENWA ini adalah sama seperti MENWA di wilayah kerja DIY ditambah tugas yang dibebankan oleh kampus.

gbr 1 gbr 3

LPP-BPDP Kumpulkan Stakeholder di Seminar “Sustainable Palm Oil Insight”


WhatsApp Image 2018-01-19 at 11.50.17 AM

YOGYA, KRJOGJA.com – Memperingati Dies Natalis ke-48, Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) menggelar seminar keberlanjutan industri kelapa sawit bertema “Sustainable Palm Oil Insight” bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit 17-18 Januari 2018. Mendatangkan pembicara dari Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), Institute of Development of Economics and Finance (INDEF), PT Perkebunan Nusantara, Balai Besar Teknologi Bogor dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), LPP ingin menjembatani terbangunnya industri hilir kepala sawit untuk memaksimalkan pendapatan negara.

Mustangin, Ketua Panitia Seminar Sustainable Palm Oil Insight mengatakan pemilihan tema tersebut diambil lantaran saat ini industri kelapa sawit mengalami banyak tantangan baik dari dalam maupun luar negeri. Menurut dia, seminar tersebut ingin menjelaskan sekaligus mengajak seluruh instansi terkait untuk bahu-membahu mengatasi permasalahan yang dihadapi salah satu jenis komoditas perkebunan andalan Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan pada akademisi, praktisi, pemerhati, investor dan juga pemerintah tentang kondisi saat ini dari industri kepala sawit di Indonesia dan dunia. Harapannya, kedepan muncul solusi, inovasi dari pihak-pihak terkait untuk mengurai tantangan industri kelapa sawit khususnya di Indonesia,” ungkapnya pada KRjogja.com Rabu (17/1/2018).

Danang Girindrawardana pembicara dari GAPKI dalam pemaparannya mengungkap sektor kelapa sawit saat ini menjadi salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara dari industri hulu (pertanian) dengan hasil Crude Palm Oil (CPO). Tak hanya itu, kelapa sawit Indonesia saat ini menurut dia juga mendominasi 48 persen produksi CPO dunia yang secara tak langsung menempatkan Indonesia bersaing dengan negara seperti Amerika Serikat.

“Namun karena banyaknya kampanye hitam tentang industri kepala sawit selama ini yang disorot hal buruknya saja, misalnya seperti deforestasi (penghilangan hutan untuk perubahan peruntukan lahan), penggunaan pekerja anak hingga isu HAM begitu masif diberitakan. Orang kemudian tak tahu bahwa industri sawit ini selalu menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tinggi, menghemat devisa begitu besar dan secara lokal petani kelapa sawit seluruhnya berada di atas garis kemiskinan, menurut data BPS,” ungkapnya.

Meski begitu, Danang tak memungkiri predikat lahan penghasil terbesar dengan PDRB besar tak lantas membuat Indonesia unggul dibandingkan negara lainnya khususnya dalam ranah industri hilir. “Ketika bicara industri hilir (olahan) maka kita ini minder karena tak ada apa-apanya. Kita harus kejar agar tak ketinggalan paling tidak di ASEAN dulu,” sambungnya.

Industri hilir menurut Danang juga menjadi salah satu hal penting yang harus segera dipikirkan oleh instansi terkait di Indonesia agar kedepan kelapa sawit tak berakhir seperti komoditas perkebunan lain di Indonesia. “Di Indonesia kita baru bicara food, bio diesel tapi  di luar negeri mereka sudah berpikir mengembangkan diversifikasi produk misalnya jadi untuk interior pesawat yang ketika disentuh tak meninggalkan sidik jari. Jadi sudah jangan hanya fokus pada industri huku saja seperti sekarang,” ungkapnya lagi.

Ir  R Azis Hidayat perwakilan ISPO yang juga menjadi pembicara seminar mengharapkan segera ada langkah nyata dari pemerintah agar segera mengundangkan ISPO sebagai otoritas kelapa sawit di Indonesia. Hal tersebut penting mengingat saat ini Indonesia masih harus mengikuti standarisasi negara lain sekaligus memperbaiki tata kelola kelapa sawit di dalam negeri.

“Karena kita juara dunia banyak yang tak senang seperti dari Eropa yang sampai hari ini pasti ada berita negatif tentang sawit dan dalam sehari bisa puluhan berita. Tuduhan bagi negara kita sangat banyak belum itu deforestasi, pekerja anak dan isu HAM juga. ISPO berupaya memperbaiki diri berdasar tuntutan dunia dengan memastikan sustainability palm oil dari hulu hingga hilir,” terangnya. (Fxh)

sumber: http://krjogja.com/web/news/read/55373/LPP_BPDP_Kumpulkan_Stakeholder_di_Seminar_Sustainable_Palm_Oi

Seminar HIMAKSI: Peran Profesi Akuntan di Industri Perkebunan Indonesia


Mengawali tahun 2018, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) menyelenggarakan seminar internal bertema  Peran Profesi Akuntan di Industri Perkebunan Indonesia. Seminar berlangsung di Lantai 4 Convention Hall, Kantor Pusat LPP pada Senin, 8 Januari 2018. Seminar dihadiri seluruh mahasiswa Prodi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta baik dari tingkat I, II maupun III. Turut hadir dalam seminar Kepala Program Studi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta, Dra. Dwi Aryani Suryaningrum, MFM, dosen-dosen Program Studi Akuntansi dan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa.

IMG_1942 ed

Madya Budi Prastyawan SE, MIK Direktur Utama PT Dasaplast Nusantara dan Mudrihatul Fadilah, Staf Keuangan Kantor Pusat PTPN XI hadir sebagai narasumber. Merupakan kebanggaan bagi HIMAKSI dan Prodi Akuntansi Politeknik LPP untuk menghadirkan dua narasumber yang juga merupakan alumni Prodi Akuntansi Politeknik LPP Yogyakarta dan saat ini berkarir di industri perkebunan Indonesia. Beberapa hal yang dipaparkan narasumber adalah tentang kondisi perkebunan Indonesia saat ini, peluang dan tantangan bagi mahasiswa Akuntansi serta kualitas dan pengembangan diri yang sebaiknya dipersiapkan dan dimiliki oleh mahasiswa Akuntasi agar dapat meraih kesuksesan di dunia kerja nantinya. (LCP)

NYAMBI KELONI, Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik LPP 2017


Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM-M) “Nyambi Keloni” (Penyaluran Bibit Kopi Kelompok Tani) merupakan salah satu dari 3.918 kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2017 yang mendapatkan dana dari Kemenristek Dikti. Tujuan PkM-M ini adalah untuk meningkatkan iklim akademik yang kreatif, inovatif, visioner, solutif dan mandiri. Program ini mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan masyarakat sasaran dalam rangka mengidentifikasi permasalahan masyarakat sasaran, berkaitan dengan aktivitas pendampingan atau pemberdayaan masyarakat dalam memperoleh solusi atas persoalan yang dihadapi.

Permasalahan yang ada di Dusun Sempu terkait dengan pertanian adalah masih lambatnya perkembangan di sektor pertanian karena masyarakatnya masih melakukan kegiatan pertanian secara tradisional dan belum pernah ada inovasi untuk membudidayakan komoditas tanaman selain palawija dan tebu.

Dusun Sempu merupakan dusun yang berada di kelurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Mayoritas masyarakatnya memiliki pekerjaan sebagai petani palawija dan tebu. Jumlah Penduduk Padukuhan Sempu sebanyak 1054 jiwa, terdiri dari 514 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 540  jiwa berjenis kelamin perempuan. Sebanyak 103 penduduk di Dusun Sempu bekerja sebagai petani. Lahan sawah yang ada di Dusun Sempu seluas 63 hektar. Rata-rata setiap petani memiliki lahan pertanian seluas 0,6 hektar. Petani di Dusun Sempu tergabung dalam Kelompok Tani Raharjo.

Permasalahan yang ada di Dusun Sempu terkait dengan pertanian adalah masih lambatnya perkembangan di sektor pertanian karena masyarakatnya masih melakukan kegiatan pertanian secara tradisional dan belum pernah ada inovasi untuk membudidayakan komoditas tanaman selain palawija dan tebu. Lambatnya  perkembangan pertanian dan minimnya pengetahuan petani terhadap pertanian selain palawija membuat petani menjadi sulit untuk dapat meningkatkan penghasilannya dari sektor pertanian. Permasalahan lain yang ada di Dusun Sempu adalah banyaknya lahan kosong milik masyarakat yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk memanfaatkan pekarangan dan mengoptimalkan nilai guna lahan maka dapat dilakukan penanaman bibit kopi. Didukung dengan kondisi lingkungan Dusun Sempu yang memiliki tanah subur dan sumber air yang melimpah yang sangat cocok untuk dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Melihat permasalahan dan potensi yang ada di Dusun Sempu maka sangatlah cocok jika petani di Dusun Sempu mulai untuk mencoba membudidayakan tanaman kopi yang sesuai dengan kondisi lingkungan di Dusun Sempu.

Program penyaluran bibit kopi ke kelompok tani Raharjo di Dusun Sempu sebagai salah satu upaya mendukung petani dalam memanfaatkan sekaligus mengoptimalkan daya guna lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebanyak 300 bibit kopi arabika telah dibagikan ke 33 kepala keluarga yang tersebar di wilayah Dusun Sempu. Sosialisasi mengenai teknis budidaya tanaman kopi dilaksanakan sebagai kegiatan awal sebelum penanaman bibit kopi di lahan pekarangan. Penanaman bibit kopi dilakukan di pekarangan dan di dalam drum. Penanaman di pekarangan dilakukan jika kepala keluarga memiliki pekarangan yang cukup luas, namun ada beberapa kepala keluarga yang memiliki keterbatasan lahan maka  menanam bibit kopi di dalam drum.  Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan setiap bulan pada bibit kopi yang telah ditanam warga terhadap pertumbuhan tanaman, pengendalian hama dan penyakit serta pemupukan.

(rtm)