Politeknik LPP Gelar 2nd Expouse 2025 di Yogyakarta. Politeknik LPP sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan 2nd Expouse 2025 di Auditorium LPP Agronusantara Yogyakarta. Acara ini berlangsung dari tanggal 29 September hingga 04 Oktober 2025 berkat kerja sama apik dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Berbagai agenda menarik memeriahkan acara ini, mulai dari seminar nasional, expo UMKM, job fair, lomba sawit baik, jalan sehat, hingga pasar murah. Puluhan pegiat UMKM dan mahasiswa memadati lokasi dengan penuh antusias. Ketua Umum GAPKI, Bapak Eddy Martono, turut bergabung secara daring sekaligus memberikan keynote speech. Beliau memaparkan peran strategis GAPKI dalam mendukung industri kelapa sawit nasional, termasuk pemberdayaan UMKM sawit. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan KPPN Yogyakarta, Dinas Perindustrian Yogyakarta, dan PTPN IV PalmCo. Kehadiran para akademisi Politeknik LPP Yogyakarta semakin melengkapi kemeriahan pembukaan ini.
Komitmen Pendidikan dan Industri Dukung UMKM
Direktur Politeknik LPP, Bapak Mustangin, berharap kegiatan ini mampu mendongkrak pemahaman sekaligus menggairahkan kreativitas para pelaku UMKM. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, kampus berkomitmen penuh untuk terus mengawal pertumbuhan ekonomi kreatif ini. Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPDP selaku sponsor utama, serta GAPKI, PalmCo, dan SGN selaku sponsor pendukung.
Senada dengan hal tersebut, Ketua YPPY, Bapak Sosiawan, memandang Expouse sebagai peluang tahunan yang strategis. Acara ini sejalan dengan program Asta Cita pemerintah dalam memperkuat UMKM. Sektor pendidikan tinggi dan industri kini memiliki ekosistem kolaborasi yang semakin sehat.
Sementara itu, Ibu Syam Anjayanti menegaskan bahwa pemerintah sangat mendukung keberlanjutan UMKM sawit. Melalui ajang ini, masyarakat bisa mengenal lebih dekat produk oleofood yang sehat, oleochemical ramah lingkungan, serta energi biomassa terbarukan.
Potensi Besar Produk Turunan Kelapa Sawit
Pihak BPDP yang diwakili Bapak Fajar Rokhmawan menyebut bahwa Expouse sangat relevan dengan misi lembaga untuk mengampanyekan dampak positif sawit. BPDP tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga aktif menyalurkan beasiswa, pelatihan SDM, dan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Bapak Eddy Martono dari GAPKI juga menambahkan bahwa diversifikasi produk kelapa sawit lewat tangan kreatif UMKM akan mendongkrak omset penjualan secara signifikan. Sektor hilirisasi ini memegang kunci penting agar UMKM mampu bertahan dan terus bertumbuh.
Para peserta pun merespons positif seluruh rangkaian acara. Salah satu pegiat UMKM mengaku mendapat banyak wawasan baru mengenai produk turunan sawit. Mereka berharap Politeknik LPP dan BPDP konsisten menggelar acara ini secara rutin setiap tahun demi kemajuan ekonomi Yogyakarta.





