Program Sarjana Terapan Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri

  Program Sarjana Terapan (D4) Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri berdiri berdasarkan SK KEMENDIKBUDRISTEK RI Nomor 251/D/OT/2023 pada tahun 2023. Dan dengan SK dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan Nomer 0370/SK/LAMTeknik/PB.VST/XII/2023 memiliki peringkat akreditasi baik. Prodi ini adalah hasil migrasi dari sebelumnya sejak tahun 1997 dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 66/D/O/1997 bernama Prodi DIII Teknik Kimia.

  Teknologi Rekayasa Kimia Industri merupakan Program Studi yang mempelajari proses pengolahan industri melalui penerapan hukum-hukum kimia dan fisika tidak lepas pula pengetahuan penunjang bidang keteknikan termasuk neraca massa/energi, kinetika, analisis ekonomi, mikrobiologi, dan hubungan masyarakat pada sebuah industri untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai ekonomis. Di Politeknik LPP, Prodi Teknologi Rekayasa Kimia Industri berkonsentrasi pada proses kimia industri perkebunan, khususnya industri gula dan hilir sawit. Saat ini, kebutuhan dunia akan industri hasil perkebunan terus meningkat, bukan hanya sektor hulu namun hingga ke hilir. Adanya industrialisasi yang bersih, aman dan ramah lingkungan membuat tantangan baru bagi seorang engineer lulusan Teknologi Rekayasa Kimia Industri. Akan tetapi, hal ini justru akan memperluas cakupan bidang Teknik Kimia yang dengan bekal keilmuannya dapat membuat para lulusannya mengembangkan produk-produk perkebunan ke arah teknologi pangan, bioproses, teknologi material, teknologi polimer dan sebagainya. Kesemuanya itu dalam cakupan industri hilir perkebunan.

  Di program studi ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan mengenai proses pengolahan industri perkebunan, namun mahasiswa juga akan diajarkan mengenai tata kelola industri termasuk laboratorium; pengoperasian alat-alat industri dan perancangannya; analisis produk hasil perkebunan; K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) pabrik pengolahan perkebunan; penanganan limbah industri perkebunan hingga manajemen industri perkebunan.

  Mahasiswa juga dibekali pengetahuan menganalisis masalah proses produksi dalam matakuliah pengawasan proses industri perkebunan, yang dipraktekkan langsung selama masa magang hingga dua kali untuk mengasah ketrampilan interpreneurship langsung pada industri. Selama magang itu pula mahasiswa diharapkan dapat memberikan andil solusi atas problem proses industri, dengan pengawasan dan bimbingan dosen dan praktisi industri. Lokasi magang antara lain di perusahaan BUMN/swasta bidang perkebunan baik industri hulu maupun hilir.

  Kurikulum Program studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri meliputi mata kuliah wajib dan mata kuliah peminatan. Mata kuliah peminatan berkonsentrasi pada gula tebu, gula rafinasi dan hilir sawit. Selain itu, juga ada tugas mandiri terbimbing bagi mahasiswa yaitu Proyek Akhir dan Seminar Penelitian.

  Program Sarjana Terapan (D4) Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri memiliki kelengkapan laboratorium antara lain:

  1. Microbiology Laboratorium
  2. Sugar/Palm Oil Analysis Lab and Chemical Analysis Laboratorium
  3. Sugar/Palm Oil Processing Laboratorium
  4. By-product Laboratorium
  5. Various Plantation Crops Laboratorium
  6. Instrumentation Analyzer Laboratorium
  7. Disamping itu juga memiliki mini plant di area Wedomartani yang mengolah tebu menjadi gula.

  Dosen Pengajar :

  1. Dr. Daniyanto, S.T., M.Eng.
  2. Fathur Rahman Rifai, S.T., M.Eng.
  3. Rifai Rahman Saputro, S.Si., M.Sc.
  4. Hendri Rantau, S.T., M.Eng
  5. Kunthi Widhyasih, S.T., M.Eng
  6. Ratna Sri Hardjanti, S.T., M.Eng
  7. Lestari Hetalesi Saputri, S.T., M.Eng.
  8. Anugrah Perdana R, S.T., M.Eng.

VISI

Menjadi pusat penyedia lulusan Ahli Madya Teknik Kimia yang professional, berkarakter, dan inovatif di bidang proses industri kimia sektor agroindustry komoditas tebu dan sawit.

MISI

  1. Menyelenggarakan Pendidikan vokasi yang professional dan relevan dengan kebutuhan industri perkebunan;
  2. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi, dengan memperhatikan pembinaan karakter baik dan kemandirian lulusan;
  3. Menghasilkan karya terapan yang berorientasi pada kebutuhan industri dan masyarakat;
  4. Menjalin hubungan dan kerjasama yang harmonis dengan pemangku kepentingan guna pengembangan keahlian dan keilmuan.