Politeknik LPP Yogyakarta dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memperkuat komitmen pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas strategis. Mereka menggelar Workshop Inovasi Produk Sawit pada 24–25 Juni 2025.
Acara ini melibatkan 70 peserta dari kalangan pelajar SMK dan pelaku UMKM lokal. Selama dua hari, peserta mempelajari praktik pengembangan usaha menggunakan bahan kelapa sawit. Panitia menekankan pentingnya inovasi untuk menciptakan produk bernilai ekonomi, baik dari bahan utama maupun limbah sawit.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Ibu Nanin Oktaviantie, membuka acara secara resmi. Ia mengapresiasi BPDPKS dan Politeknik LPP atas inisiatif ini. Menurutnya, kegiatan tersebut mendukung program UMKM Naik Kelas milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Nanin berharap inovasi ini meningkatkan daya saing pelaku usaha di era ekonomi kreatif.
Potensi Besar dari Hulu ke Hilir menurut Wakil Direktur II Politeknik LPP Yogyakarta, Ibu Galuh Banowati, menyebut sawit sebagai pintu masuk ekonomi kreatif. Indonesia memiliki lahan sawit seluas 16 juta hektar yang melibatkan jutaan tenaga kerja.
Generasi muda dan pelaku UMKM memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri ini. Galuh menjelaskan bahwa pengolahan sawit bisa mencakup sektor hulu hingga hilir. Pelaku usaha tidak hanya bisa memproduksi minyak goreng, tetapi juga mengolah limbah menjadi barang bernilai tinggi. UMKM memegang peran kunci dalam mengubah potensi tersebut menjadi peluang bisnis nyata.
Anwar Sadat dari divisi UKMK BPDPKS menambahkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada produk sawit. Di Banyuwangi sendiri, kebutuhan minyak goreng mencapai 9,9 juta kilogram per tahun. Anwar melihat angka ini sebagai peluang ekonomi besar bagi pelaku usaha lokal. Ia juga menegaskan bahwa produk sawit ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kesehatan.
Strategi Branding dan Legalitas Produk untuk Workshop ini memberikan pengalaman langsung bagi para peserta. Selain teori, peserta mempraktikkan pembuatan produk secara mandiri. Panitia berharap kegiatan ini melahirkan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi tentang pentingnya strategi pemasaran. Tim Pusat Layanan Kemasan Banyuwangi memandu diskusi mengenai branding, kemasan, dan aspek legal.
Para peserta menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Salah satu peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai manfaat sawit dan pengolahan limbahnya. Ia berterima kasih kepada BPDPKS dan Politeknik LPP atas inspirasi bisnis yang mereka berikan.