Perkuat Wawasan Industri 4.0, Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan Politeknik LPP Gelar Kuliah Umum Otomasi dan Digitalisasi Perkebunan

Perkuat Wawasan Industri 4.0, Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan Politeknik LPP Gelar Kuliah Umum Otomasi dan Digitalisasi Perkebunan

Politeknik LPP berkomitmen memperkuat wawasan mahasiswa mengenai Industri 4.0 melalui kuliah umum bertema otomasi dan digitalisasi perkebunan. Agenda ini menjadi sarana strategis untuk memperkaya perspektif akademis dengan pengalaman praktis dari dunia kerja. Dengan menghadirkan pakar riset dan praktisi industri, universitas berharap mahasiswa mampu memahami penerapan teknologi terkini secara mendalam.

Bapak Malik Khidir dari Stechoq hadir sebagai narasumber utama untuk membedah peran riset dalam pengembangan teknologi. Stechoq sendiri memiliki reputasi kuat sebagai penyuplai prototipe bagi raksasa otomotif seperti Toyota. Selain itu, lembaga riset ini aktif membangun sistem otomasi pada berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga industri makanan dan minuman (food and beverage).

Pengalaman Malik Khidir menunjukkan bahwa sinergi antara riset dan kebutuhan pasar adalah kunci pertumbuhan industri. Melalui kolaborasi ini, teknologi bukan lagi sekadar teori, melainkan solusi nyata bagi efisiensi operasional.

Dalam paparannya, Malik menekankan bahwa kecanggihan alat bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan inovasi. Dampak positif dan manfaat langsung bagi masyarakat menjadi indikator yang jauh lebih penting dalam pengembangan teknologi. Oleh karena itu, otomasi di sektor perkebunan harus mampu menjawab tantangan sosial dan ekonomi yang ada saat ini.

Kehadiran praktisi dalam kuliah umum ini memberikan gambaran nyata bagi mahasiswa mengenai ekosistem Research and Development (R&D). Mahasiswa kini memiliki pandangan baru bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.

Bapak Malik Khidir dari Stechoq hadir sebagai narasumber utama. Beliau membedah peran vital riset dalam pengembangan teknologi.

Stechoq sendiri memiliki reputasi kuat di dunia industri. Mereka menyuplai prototipe bagi raksasa otomotif seperti Toyota. Selain itu, lembaga riset ini aktif membangun sistem otomasi di berbagai sektor. Cakupannya luas, mulai dari manufaktur hingga industri makanan dan minuman (food and beverage).

Sementara itu, Bapak Bagus Agung Susetyo memaparkan implementasi Industri 4.0 di lingkungan PTPN melalui subholding PalmCo. Dijelaskan bahwa pembentukan subholding bertujuan memperluas pengelolaan aset dan komoditas strategis nasional. PalmCo saat ini mengelola puluhan pabrik kelapa sawit serta pabrik gula, teh, dan kopi yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan dukungan sistem digital dan next generation operations untuk meningkatkan efektivitas dan profitabilitas.

Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kini menerapkan teknologi Industri 4.0 melalui sistem pemantauan produksi secara real-time. Perusahaan menggunakan business cockpit sebagai fondasi utama dalam mengambil keputusan strategis yang akurat. Selain itu, manajemen memanfaatkan dashboard IoT untuk mengawasi mutu serta menekan angka kehilangan produksi CPO.

Sistem canggih ini mengandalkan integritas data dan visual analitik yang kuat. Perusahaan juga memperkuat langkah perbaikan (corrective action) demi mencapai target rendemen maksimal. Melalui efisiensi biaya operasional, industri sawit tetap kompetitif di pasar global.

Mahasiswa aktif menggali wawasan baru selama sesi tanya jawab berlangsung. Mereka melontarkan berbagai pertanyaan mengenai pembelajaran robotika bagi pemula hingga strategi pengembangan SDM berbasis teknologi. Mahasiswa juga menyoroti tantangan nyata yang membayangi industri sawit nasional saat ini.

Narasumber menanggapi dengan menekankan pentingnya kemauan belajar yang tinggi. Mereka mendorong generasi muda untuk mengasah kompetensi soft skill maupun hard skill secara seimbang. Para pakar tersebut juga mengajak mahasiswa agar berani melakukan trial and error dalam menciptakan inovasi baru.

Politeknik LPP Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan wawasan industri terkini. Institusi ini berupaya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan nyata sektor manufaktur. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk mencetak lulusan yang adaptif dan inovatif.

Kini, para lulusan diharapkan mampu menjawab tantangan Industri 4.0 di sektor perkebunan dengan percaya diri. Sinergi antara kampus dan industri menjadi kunci utama dalam memajukan ekonomi nasional. Melalui program ini, mahasiswa siap menjadi pionir perubahan di masa depan.