Politeknik LPP Yogyakarta Hadiri Hai Sawit Simposium HASI#2 Tahun 2026
Jakarta, 23 April 2026 — PT Hai Sawit Indonesia dan HIPKASI sukses menggelar HAI Sawit Simposium (HASI#2). Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Dr. Muhamad Mustangin, hadir langsung dalam acara tersebut. Beliau datang bersama dua ahli tanaman kampus. Mereka adalah Yudhi Pramudya dari Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan dan Syamuddin Harahap dari Prodi Pengelolaan Perkebunan.
Acara ini berlangsung pada 22–23 April 2026. Lokasinya berada di Hotel Bidakara Jakarta. Simposium ini mengusung tema pembaruan Best Management Practice (BMP). Tujuannya tentu untuk mendukung peningkatan produksi sawit dan ketahanan energi.
HASI#2 sukses mempertemukan para pemangku kepentingan industri sawit Indonesia dan Malaysia. Sebanyak 784 peserta menghadiri kegiatan penting ini. Peserta meliputi pengusaha, praktisi, akademisi, hingga perwakilan asosiasi dan pemerintah.
Selama dua hari, panitia menghadirkan 20 narasumber kompeten. Tujuh moderator memandu jalannya tujuh sesi diskusi interaktif. Para ahli membahas tuntas pembaruan praktik terbaik pengelolaan kebun sawit. Topiknya mencakup teknis budidaya, mekanisasi, hingga penerapan teknologi digital masa kini. Mereka juga mendiskusikan strategi pengendalian hama penyakit serta persoalan sosial legal.
Kehadiran delegasi Politeknik LPP Yogyakarta menjadi langkah yang sangat penting. Kampus ini terus mendukung penguatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Para dosen pasti akan menerapkan ilmu baru dari simposium ini. Pengetahuan mutakhir ini akan memperkaya proses pembelajaran para mahasiswa di kelas. Kampus juga akan memanfaatkannya untuk riset terapan dan program pengabdian masyarakat.
Penyelenggara merencanakan Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah HASI#3 tahun 2027. Kabar baik ini membuka peluang strategis bagi Politeknik LPP Yogyakarta. Kampus bisa mengambil peran lebih besar dalam kolaborasi sektor sawit nasional.
Politeknik LPP Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus vokasi unggulan. Kampus selalu berupaya menyelaraskan materi pendidikan dengan kebutuhan riil industri. Langkah ini memberi kontribusi nyata bagi ekosistem produksi sawit nasional. Semua pihak ingin segera mewujudkan perkebunan sawit yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

