Politeknik LPP Yogyakarta Perkuat Peran dalam Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Seri ke-6

Kontribusi Politeknik LPP Yogyakarta dalam Seminar Nasional

Politeknik LPP Yogyakarta memperkuat kontribusinya dalam pembangunan dan pendidikan vokasi nasional. Langkah ini berjalan melalui keikutsertaan aktif dalam Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi (PPVP) Seri ke-6. Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menyelenggarakan acara ini pada Selasa, 11 November 2025.

Panitia menggelar seminar nasional ini secara hybrid. Peserta dapat mengikuti acara secara daring melalui Zoom dan YouTube, maupun luring di Auditorium Polbangtan Manokwari. Forum ini menjadi wadah strategis bagi perguruan tinggi vokasi untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan nasional.

Seminar ini mengusung tema “Multiperspektif Proyek Strategis Nasional dari Sudut Pandang Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan untuk Mencapai Swasembada Pangan”. Empat instansi menjalin kerja sama untuk menyukseskan acara ini. Mereka adalah Politeknik LPP Yogyakarta, Polbangtan Manokwari, Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat, serta Universitas Pattimura. Keterlibatan Politeknik LPP Yogyakarta menegaskan peran penting institusi vokasi dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan.


Kolaborasi Strategis dan Perkembangan Seminar

Direktur Polbangtan Manokwari, Oeng Anwarudin, menyebut pelaksanaan seminar secara hybrid sebagai sebuah langkah maju. Sebelumnya, pandemi memaksa panitia menggelar acara secara daring selama empat tahun berturut-turut. Oeng menilai kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Politeknik LPP Yogyakarta, menjadi kunci keberhasilan seminar ini.

Sejak meluncur pada tahun 2020, Seminar Nasional PPVP menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jumlah pemakalah terus meningkat pesat. Pada tahun 2025, panitia mencatat ada 269 pemakalah yang berasal dari 88 instansi. Partisipasi aktif sivitas akademika Politeknik LPP Yogyakarta turut memperkaya diskusi ilmiah dan pertukaran gagasan dalam forum tersebut.

Panitia juga menyediakan sesi paralel dalam seminar ini. Sesi tersebut menghadirkan pemakalah dari berbagai bidang untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka. Dosen, peneliti, dan praktisi memanfaatkan ruang strategis ini untuk menyampaikan hasil kajian dan inovasi terbaru.


Dampak Nyata bagi Swasembada Pangan Nasional

Dalam paparannya, Oeng Anwarudin juga menjelaskan peran penting Polbangtan Manokwari. Menteri Pertanian menunjuk langsung institusi tersebut sebagai Penanggung Jawab Swasembada Pangan di Papua Selatan. Mereka mengawal berbagai program strategis yang menghasilkan capaian positif, mulai dari optimalisasi lahan, cetak sawah rakyat, hingga program Brigade Pangan.

Data Berita Resmi Statistik BPS per 3 November 2025 mendukung keberhasilan tersebut. Papua Selatan mencatat peningkatan signifikan pada sektor pertanian sepanjang Januari–Desember 2025. Capaian ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan institusi pendidikan vokasi terbukti efektif.

Melalui seminar ini, Politeknik LPP Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi. Kampus ini terus bergerak sebagai perguruan tinggi vokasi yang mendorong riset terapan. Kontribusi nyata ini memegang peran penting dalam membawa Indonesia menuju swasembada pangan nasional.