YOGYAKARTA – Politeknik LPP Yogyakarta sukses menggelar Kuliah Umum pada Kamis, 04 Juni 2026. Acara bertajuk “Strategi Transformasi Perkebunan Nasional dan Kebutuhan SDM Masa Depan” ini berlangsung di area kampus.

Pihak kampus menghadirkan pakar sekaligus praktisi kawakan, Dr. H. Suhendri, S.E., M.M., sebagai pemateri utama. Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY), dan jajaran civitas akademika turut menghadiri agenda akademik krusial ini. Selain itu, 60 mahasiswa perwakilan dari berbagai program studi juga mengikuti acara dengan antusias.

Tantangan era baru perkebunan, dalam pemaparannya, Dr. H. Suhendri, S.E., M.M. menyoroti dinamika industri perkebunan saat ini. Menurut beliau, sektor ini tengah berada di persimpangan jalan transformasi.

Modernisasi, integrasi teknologi (digitalisasi), dan penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) kini menjadi keharusan. Semua hal tersebut penting untuk menjaga daya saing perkebunan nasional di kancah global.

“Transformasi tidak hanya bicara tentang mesin baru atau otomatisasi lahan. Kita harus mengubah pola pikir. Di sinilah peran krusial generasi muda untuk menjadi motor penggerak perubahan tersebut,” ujar Dr. H. Suhendri.

Beliau juga membedah secara mendalam profil Sumber Daya Manusia (SDM) yang industri masa depan cari. Kriteria tersebut antara lain:

  • Digital Literacy & Tech-Savvy: Mampu mengoperasikan dan menganalisis data berbasis teknologi perkebunan pintar (smart farming).

  • Adaptive Thinking: Mampu berpikir kritis untuk memecahkan masalah baru di lapangan.

  • Green Skills: Memiliki pemahaman mendalam mengenai tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan.

Kehadiran Direktur Politeknik LPP Yogyakarta dan Ketua YPPY menegaskan komitmen institusi. Mereka ingin menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan riil industri (link and match).

Manajemen kampus menyatakan bahwa Politeknik LPP Yogyakarta akan terus membuka ruang kolaborasi dengan para pakar. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan wawasan langsung mengenai dinamika industri yang berkembang cepat.

Sebanyak 60 mahasiswa tampil sangat aktif dalam sesi tanya jawab. Mereka memicu berbagai diskusi menarik, mulai dari tantangan teknologi di perkebunan rakyat hingga peluang karier baru dari transformasi ini.

Melalui kuliah umum ini, Politeknik LPP Yogyakarta berharap para mahasiswa tidak hanya siap kerja. Mereka juga harus siap menjadi pemimpin visioner yang menakhodai transformasi perkebunan nasional di masa depan.