1 – 14 Juli 2026 | Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta Wujud Nyata Tridharma Perguruan Tinggi. Politeknik LPP Yogyakarta kembali hadir di tengah masyarakat. Kehadiran ini mewujudkan program pengabdian Politeknik Untuk Negeri (PUN) sebagai bentuk Tridharma Perguruan Tinggi. Selanjutnya, program ini berlangsung selama dua pekan di Kulonprogo. Tim merancang kegiatan ini untuk memberdayakan potensi lokal. Selain itu, PUN bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat. Program ini juga mendorong kemandirian ekonomi desa melalui hilirisasi potensi daerah.

Tahun ini, PUN membawa kolaborasi lintas program studi (Prodi). Tujuannya adalah memberikan pendampingan yang komprehensif. Pendampingan ini mencakup pemanfaatan limbah, optimalisasi lahan, inovasi teknologi, hingga manajemen bisnis mikro. Oleh karena itu, para akademisi dan praktisi terjun langsung ke lapangan. Mereka memberikan pelatihan, pendampingan, dan praktik interaktif kepada masyarakat. Berikut adalah fokus kegiatan yang kami hadirkan:

  1. Hilirisasi dan Pemanfaatan Limbah Kelapa Pertama, Kabupaten Kulonprogo memiliki potensi kelapa yang melimpah. Untuk memaksimalkan nilai ekonomisnya, tim Prodi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) membawakan materi khusus. Mereka membahas “Potensi Pembuatan Briket dari Limbah Pengolahan Kelapa dan Hilirisasi Kelapa”. Pemateri dalam sesi ini adalah Anugrah Perdana Rahmanta, S.T., M.Eng. dan Muhammad Khoirul M, S.T., M.Eng.
  2. Strategi Optimalisasi Lahan Pertanian Kedua, petani sering menghadapi keterbatasan lahan. Namun, mereka bisa mengatasi masalah ini dengan strategi tanam yang tepat. Oleh sebab itu, Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) mengajak masyarakat berdiskusi. Mereka membedah topik “Optimalisasi Lahan dan Praktik Penanaman Lahan”. Tujuannya tentu saja untuk mencapai hasil panen yang maksimal. Pemateri sesi ini adalah Ir. Galuh Banowati, M.Sc.
  3. Pertanian Mandiri dan Pupuk Ramah Lingkungan Ketiga, Prodi Pengelolaan Perkebunan memberikan edukasi komprehensif. Langkah ini bertujuan mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan. Mereka mengangkat tema “Budidaya Tanaman & Pembuatan Kompos Manual”. Selain itu, tim mengajari warga cara mengolah sisa organik rumah tangga. Sisa organik ini kemudian menjadi pupuk bernutrisi tinggi. Pemateri sesi ini adalah Fitria Nugraheni Sukmawati, S.P., M.Sc.
  4. Inovasi Teknologi: Mesin Pengolah Pupuk Selanjutnya, kolaborasi dua prodi hadir mendukung mekanisasi pertanian desa. Prodi tersebut adalah D4 Teknologi Rekayasa Mesin Industri Perkebunan dan D2 Perawatan Mesin Pengolah Hasil Perkebunan. Mereka membedah “Spesifikasi, Fungsi, dan Cara Kerja Mesin Pembuatan Pupuk”. Lebih lanjut, sesi ini memberikan pemahaman teknis kepada warga. Hasilnya, masyarakat mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri. Pemateri sesi ini adalah Aris Sandi, S.ST., M.Eng.
  5. Penguatan Kapasitas UMKM dan Kader Desa Selain sektor teknis, pelaku usaha harus mengimbangi kemajuan produksi dengan manajemen finansial yang sehat. Oleh karena itu, Prodi DIII Akuntansi hadir khusus memberikan pendampingan. Mereka menggelar pelatihan “Pembukuan Sederhana untuk UMKM & Ibu-ibu PKK”. Pemateri sesi ini adalah Mahagiyani, S.E., M.M.
  6. Pendidikan Usia Dini: Bahasa Inggris Interaktif Terakhir, program PUN 2026 juga menyentuh aspek pendidikan dasar. Tim mengajak anak-anak di Kulonprogo belajar bahasa asing. Mereka menggunakan metode yang sangat menyenangkan. Materi yang mereka pelajari adalah “Kosakata Bahasa Inggris Menggunakan Metode Interaktif”. Langkah ini tentu akan membuka wawasan global anak sejak dini. Pemateri sesi ini adalah Arini Sabrina, S.Pd., M.Pd.

Program Politeknik Untuk Negeri (PUN) bukan sekadar kegiatan transfer ilmu. Lebih dari itu, program ini menciptakan ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Melalui kegiatan di Kulonprogo ini, Politeknik LPP Yogyakarta memiliki harapan besar. Kampus berharap bisa mencetak pelopor-pelopor lokal yang berdaya. Pada akhirnya, warga mampu mengolah limbah menjadi sesuatu yang bernilai, merawat mesin secara mandiri, serta mengelola keuangan desa dengan cerdas.