Gedung Kampus Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan menjadi tempat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri perkebunan nasional. Pada Jumat, 11 September 2026, penyelenggara melangsungkan Pembukaan Program PATEN 2026. Acara ini juga berbarengan dengan Penyerahan Mahasiswa Penerima Beasiswa PATEN 2025 kepada PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV).
Jajaran pimpinan dari Politeknik LPP Yogyakarta turut menghadiri acara strategis ini. Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Dr. Ir. M. Mustangin, S.T., M.Eng., datang secara langsung. Beliau hadir bersama Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Arif Hidayat, S.T., M.Pd., M.Eng. Selanjutnya, kehadiran delegasi ini menegaskan komitmen kuat Politeknik LPP Yogyakarta. Kampus ini selalu mendukung program unggulan untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja.
Dua mahasiswa dari Politeknik LPP Yogyakarta mewakili momen penting ini. Mereka adalah Ardhi Satria Wicaksana dan Arya Novani. Keduanya mewakili para mahasiswa penerima beasiswa PATEN 2025. Kemudian, pihak kampus menyerahkan mereka secara simbolis kepada manajemen PTPN IV.
Nantinya, para peserta akan menjalani serangkaian program pembinaan dan praktik kerja. Program ini bertujuan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan kompeten. Oleh karena itu, para lulusan kelak sangat siap bersaing di dunia industri.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. M. Mustangin menyampaikan apresiasi yang tinggi. Beliau sangat menghargai keberlanjutan program kolaborasi ini. “Program PATEN ini merupakan wujud nyata konsep link and match,” ungkapnya. Dengan kata lain, konsep ini menghubungkan perguruan tinggi dan industri dengan sangat baik.
Lebih lanjut, beliau menambahkan pesannya. “Kami menitipkan mahasiswa terbaik kami kepada PTPN IV. Kami berharap mereka bisa menyerap ilmu praktis di lapangan. Selain itu, mereka juga harus memberikan kontribusi inovatif bagi perusahaan perkebunan ke depannya.”
Program PATEN sendiri merupakan inisiatif strategis untuk memajukan pendidikan. Kampus mempercepat program ini demi meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui beasiswa pendidikan. Di samping itu, sistem ini juga mengintegrasikan mahasiswa dengan penyerapan tenaga kerja di perkebunan BUMN.
Melalui pembukaan Program PATEN 2026, kolaborasi lintas institusi pasti semakin erat. Politeknik LPP Yogyakarta, ITSI Medan, dan PTPN IV akan terus bekerja sama secara harmonis. Pada akhirnya, program ini akan menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda. Mereka akan tumbuh menjadi planter profesional. Dengan demikian, generasi baru ini pasti siap memajukan sektor agrobisnis di Indonesia