BNSP dan 46 LSP Politeknik Satukan Langkah Perkuat Sertifikasi Kompetensi Indonesia
BNSP dan 46 LSP Politeknik satukan langkah perkuat sertifikasi kompetensi Indonesia dalam Pertemuan Tahunan Ke-6 Forum LSP Politeknik Indonesia yang digelar di Yogyakarta pada 3–6 September 2026. Sebanyak 46 LSP Politeknik dan 125 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang tahun ini diselenggarakan oleh LSP Politeknik LPP Yogyakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pengelola LSP dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas perkembangan sertifikasi kompetensi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola dan asesor. Mengusung tema “Bersinergi Membangun LSP Politeknik yang Profesional, Adaptif dan Unggul serta Mendukung SDM Indonesia Berdaya Saing Global,” forum tahun ini membahas perkembangan sistem sertifikasi sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi LSP Politeknik.
Ketua Forum LSP Politeknik Indonesia, Darmansyah, menjelaskan bahwa forum yang terbentuk sejak 2019 ini terus berkembang menjadi wadah komunikasi bagi LSP Politeknik di berbagai daerah. Setiap tahun, forum mengangkat isu yang berbeda sesuai dengan perkembangan kebijakan dan kebutuhan sertifikasi di perguruan tinggi. Perjalanan forum dimulai pada 2019 di Politeknik Negeri Banjarmasin dengan agenda penyusunan skema nasional dan peta usulan skema nasional Politeknik. Pada 2021, forum membahas penambahan ruang lingkup skema nasional serta kebijakan sertifikasi pada sektor jasa konstruksi di Politeknik Negeri Malang.
Dua tahun berikutnya, isu mengenai kewajiban sertifikasi mahasiswa menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan di Politeknik Negeri Bali. Forum kemudian kembali membahas pengembangan LSP dan pembentukan kepengurusan baru pada 2024 di Politeknik Negeri Padang. Pada 2025, pertemuan di Politeknik Ilmu Pelayaran diisi dengan pelatihan manajemen LSP berbasis okupasi bidang sertifikasi. Sementara tahun ini, fokus diarahkan pada sistem informasi BNSP serta penguatan metode review produk dan kegiatan terstruktur.
Kehadiran Ketua BNSP dalam pertemuan tahun ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan. BNSP memberikan dukungan terhadap forum yang dinilai menjadi ruang strategis bagi LSP Politeknik untuk membangun komunikasi dan menyamakan pemahaman terkait perkembangan sertifikasi kompetensi. Di tengah perkembangan kebutuhan industri tersebut, Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, M. Mustangin, menekankan pentingnya kemampuan LSP untuk beradaptasi. “Perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi membuat LSP juga harus terus beradaptasi. Karena itu, penguatan kompetensi pengelola LSP dan asesor menjadi hal yang penting agar sertifikasi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja.”
Salah satu materi yang menjadi bagian dari penguatan tersebut adalah Sosialisasi Sistem Informasi BNSP terkait penerapan e-sertifikat yang disampaikan oleh Silvia Wahyuni Harahap, Koordinator Data dan Informasi BNSP. Peserta juga mendapatkan materi mengenai penyusunan materi uji kompetensi dengan metode review produk dan kegiatan terstruktur. Materi tersebut disampaikan oleh Asrizal Tatang, Master Asesor BNSP.
Ketua LSP Politeknik LPP Yogyakarta, Ratna Sundari, mengatakan bahwa pertemuan ini menjadi ruang bagi seluruh anggota Forum LSP Politeknik Indonesia untuk saling berkomunikasi, berbagi pengalaman, dan memperkuat kerja sama dalam pengembangan LSP dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi. Dengan mempertemukan 46 LSP dari berbagai perguruan tinggi, forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menghasilkan langkah bersama untuk meningkatkan kualitas sertifikasi kompetensi di Indonesia.