Politeknik LPP Yogyakarta menerima kunjungan kerja strategis. Tamu istimewa ini adalah Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Port Moresby, Papua Nugini, Bapak Arief Kusdwiadnanto. Kunjungan ini berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2026 di kampus Politeknik LPP Yogyakarta. Agenda utamanya mencakup penjajakan kolaborasi pendidikan dan penguatan kerja sama akademik.

Jajaran pimpinan dan civitas academica Politeknik LPP Yogyakarta menyambut hangat delegasi KBRI Port Moresby. Wakil Direktur III, Bapak Oni Apriyanto, S.P., M.Sc., memimpin langsung acara penyambutan ini. Sejumlah pejabat struktural dan akademisi kampus turut hadir dalam diskusi, antara lain:

  • Mahagiyani, S.E., M.M. (Kaprodi Akuntansi Program Diploma III)
  • Endang Lestari, S.Pd., M.Pd. (Unit Kerjasama)
  • Muhammad Sahbudin, S.T.P., M.T. (Sekprodi Budidaya Tanaman Perkebunan Program Diploma III)
  • Hartini, S.P., M.Sc. (Kaprodi Pengelolaan Perkebunan Program Sarjana Terapan)

Dalam pertemuan ini, kedua pihak mendiskusikan berbagai peluang kerja sama pendidikan. Politeknik LPP dan institusi pendidikan di Papua Nugini siap menyinergikan program-program tersebut. Politeknik LPP memiliki fokus kuat pada industri perkebunan dan pertanian. Oleh karena itu, diskusi menitikberatkan pada potensi pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan program beasiswa luar negeri. Mereka juga membahas pertukaran pelajar dan transfer teknologi agrikultur untuk kedua negara.

Bapak Oni Apriyanto menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif kunjungan Atdikbud KBRI Port Moresby. Beliau berharap pertemuan ini memperluas jangkauan internasional Politeknik LPP. Kampus juga ingin memberikan kontribusi nyata dalam diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Pasifik.

Bapak Arief Kusdwiadnanto menyoroti peran penting perguruan tinggi vokasi. Menurut beliau, Politeknik LPP mampu mencetak tenaga ahli yang siap pakai. Papua Nugini sangat membutuhkan profil lulusan ini untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam mereka.

Sesi ramah tamah dan foto bersama mengakhiri kunjungan yang hangat ini. Kedua pihak berkomitmen untuk mewujudkan hasil diskusi menjadi langkah nyata. Mereka akan merumuskan kesepakatan kerja sama (MoU) konkret di masa mendatang.