
Pada hari Sabtu (1/4/2017), Politeknik LPP Yogyakarta menjadi saksi pengukuhan Pengurus Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) cabang Jateng dan DIY periode 2016-2019. Bertempat di Kantor Pusat Politeknik LPP, acara ini tidak hanya sekadar seremonial pelantikan. Pihak penyelenggara juga menggelar Rembug Gayeng Ahli Gula yang mengupas tuntas berbagai isu krusial dalam industri gula nasional, termasuk kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula konsumsi.
Sekjen DPP IKAGI Pusat, Aris Toharisman, memimpin langsung diskusi tersebut dengan melibatkan berbagai elemen penting. Tokoh-tokoh yang hadir mencakup jajaran direksi BUMN dan swasta, seperti M. Cholidi (PTPN XI), Budi Adi Prabowo (PTPN IX), hingga Rachmat Pambudy (PT GMM). Selain itu, hadir pula staf Ahli Mentan Ani Andayani serta tokoh petani tebu seperti HM Arum Sabil dan Abdul Wachid.
Melalui keterlibatan aktif dalam asosiasi ini, Politeknik LPP memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang strategis bagi kemajuan industri gula. Sebanyak sembilan dosen Politeknik LPP kini menjabat sebagai pengurus aktif IKAGI cabang Jateng dan DIY. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, baik dalam bentuk pemikiran teknis maupun penelitian pengembangan SDM.
Sebagai satu-satunya pendidikan tinggi yang fokus mencetak ahli gula, Politeknik LPP terus berupaya menjaga kualitas lulusannya. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak industri menjadi sangat vital. Contohnya, Direktur PT Gendhis Multi Manis (GMM), Rachmat Pambudy, secara khusus meninjau fasilitas kampus untuk menjajaki kerja sama kelas khusus, pelatihan, hingga pemberian beasiswa bagi calon ahli gula masa depan.
Dalam forum Rembug Gayeng tersebut, para peserta membahas secara mendalam mengenai efisiensi pabrik gula, tata niaga, hingga sistem pembiayaan petani. Selain itu, mereka juga menyoroti pentingnya standarisasi harga sebagai langkah pemerintah untuk menstabilkan pasar. Namun, para pemangku kepentingan menyadari bahwa kebijakan ini membutuhkan kekompakan dari seluruh lini industri agar tidak merugikan pihak manapun.
Di sisi lain, dukungan kuat mengalir dari HM Arum Sabil selaku pembina APTRI. Beliau menegaskan bahwa pendidikan di bidang gula harus bersifat khusus dan eksklusif. Bahkan, beliau menyarankan agar Politeknik LPP bertransformasi menjadi semacam “kawah candradimuka” yang didukung penuh oleh perusahaan-perusahaan gula, layaknya sekolah kedinasan milik pemerintah.
Akhirnya, seluruh rangkaian acara ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi demi kejayaan industri gula tanah air. Politeknik LPP pun mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus IKAGI Cabang Jawa Tengah dan DIY Periode 2016-2019 yang baru saja dilantik. Semoga amanah ini mampu membawa perubahan positif bagi seluruh insan pergulaan Indonesia.
SUSUNAN PENGURUS IKAGI JAWA TENGAH DAN DIY
PERIODE 2016 – 2019
Penasehat
Bp. Rachmad Edi Cahyono (PT. Madubaru)
Bp. Gunawan Ciptadi (LPP)
Bp. Budi Adi Prabowo (PTPN 9)
Ketua
Bp. RM Satrijo Wibowo (PTPN 9)
Wakil Ketua
Bp. Pranoto Hadi Raharjo (LPP)
Sekretaris dan Kehumasan
Bp. M. Fauzi Saputro (PT. Madubaru)
Bp. Rifai Rahman Saputro (LPP)
Bendahara
Bp. Aris Budi Widodo (LPP)
Bp. Aryono (PTPN 9)
Bidang Tanaman
Ibu Susilawardani (LPP)
Bp. Djoko Wahyudiono (PTPN 9)
Bidang Teknologi
Bp. Bambang Subekti ( PT. GMM)
Bp. Hariyanto (PT. Madubaru)
Bidang Teknik
Bp. Himawan Ratmanto (PT. Kebon Agung, Unit PG Trangkil)
Bp. Ari Wibowo (LPP)
Bidang Manajemen Bisnis
Bp. Yudhi Galih Pratama (PT. Kebon Agung, Unit PG Trangkil)
Bp. Pugar Indriawan (LPP)
Bidang Pengelolaan Lingkungan
Bp. Ivo Ferginanto (PT. Kebon Agung, Unit PG Trangkil)
Bp. Fathur Rahman Rifai (LPP)
Bidang Pengembangan Produk
Bp. Iwantara (PT. Madubaru)
Bp. M. Mustangin (LPP)