
Politeknik LPP Yogyakarta mengirimkan delegasi yang terdiri dari mahasiswa dan dosen pembimbing untuk berpartisipasi dalam acara bergengsi di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, pada Selasa pagi (12/4/2017).
Konferensi tersebut secara khusus mengupas isu-isu diskriminasi dari parlemen Uni Eropa terhadap industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Melalui forum ini, para ahli meluruskan bahwa berbagai tuduhan negatif terhadap kelapa sawit sebenarnya hanyalah berita bohong atau hoax.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan para pakar di bidangnya, antara lain:
Visi Sawit 2045, oleh Bayu Krisnamurthi, M.Si. (Ketua PERHEPI).
Fakta dan Mitos Kelapa Sawit, oleh Ir. Tungkot Sipayung (PAPSI).
Pohon Industri Kelapa Sawit, oleh Donal Siahan (PPKS).
Sawit-preneurship, oleh Wayan Supadno.
Selain memberikan penjelasan berbasis fakta, rangkaian acara ini bertujuan membekali petani dan mahasiswa agar mampu mengedukasi masyarakat luas. Dengan pemahaman yang benar, mereka dapat menyanggah isu diskriminasi kelapa sawit secara efektif.
Sebagai bentuk komitmen nyata, para peserta mencetuskan Deklarasi Pemuda Sawit Indonesia yang memuat poin-poin berikut:
Menolak segala bentuk diskriminasi yang menyudutkan sawit Indonesia.
Meningkatkan kualitas SDM serta penerapan teknologi tepat guna.
Mendukung penuh upaya pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan (sustainability) sawit Indonesia.
Membentuk Forum Pemuda Sawit Indonesia (FPSI) untuk membela kepentingan nasional dalam industri sawit berkelanjutan.
Berbagai institusi pendidikan dan pekebun kelapa sawit dari pelosok daerah turut meramaikan kegiatan ini. Selanjutnya, Politeknik LPP Yogyakarta secara khusus menugaskan nama-nama berikut sebagai delegasi resmi:
Saktiono Sigit Tri Pamungkas
Desta Rafi Perdana Islami
Zulfa ‘Ulumuddin Alwy
Alfi Syahrin Hasibuan
Andre Permana Siregar
Muhammad Iqbal Sembiring