Kemtan: perusahaan sawit dituntut berinovasi

WhatsApp Image 2018-01-19 at 11.50.17 AM (1)

Direktur Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Dedy Junaidi, mendorong perusahaan sawit untuk terus berinovasi. Ia menekankan pentingnya terobosan pada sektor hulu dan pengembangan industri hilir. Selain itu, perusahaan perlu melakukan diversifikasi produk dengan memanfaatkan limbah komoditas tersebut.

Dedy menyampaikan hal ini dalam seminar “Sustainable Palm Oil Insight” di Auditorium LPP Yogyakarta. Menurutnya, pemerintah mendukung langkah ini melalui dua kebijakan strategis. Pertama, pemerintah menjaga bahan baku lewat tarif bea keluar dan dana perkebunan. Kedua, pemerintah memberikan insentif fiskal dan nonfiskal untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Beberapa perusahaan mulai merespons peluang tersebut dengan serius. Mereka berinvestasi pada teknologi terintegrasi dan terbarukan. Langkah ini bertujuan menghasilkan inovasi di sektor hulu yang berkelanjutan. Perusahaan juga mulai fokus mengolah produk hilir dan memanfaatkan limbah sawit menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Industri sawit memegang peran sangat strategis bagi ekonomi Indonesia. Saat ini, Indonesia menjadi produsen CPO terbesar di dunia. Kita menyumbang 48 persen dari total produksi global. Selain itu, Indonesia menguasai 52 persen pangsa pasar ekspor minyak kelapa sawit dunia.

Data saat ini menunjukkan luas lahan sawit Indonesia mencapai sekitar 10 juta hektare. Dari lahan tersebut, produksi nasional mampu mencapai 180 juta ton per tahun. Angka ini menegaskan posisi kuat Indonesia di pasar internasional.

Ketua Panitia, Muhammad Mustangin, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan memberi gambaran jelas mengenai rantai pasok sawit. Ia ingin keberlanjutan industri tetap terjaga dari hulu ke hilir. Seminar ini berlangsung hingga 18 Januari 2018 atas kerja sama LPP Yogyakarta, BPDP Kelapa Sawit, dan PTPN III.

Acara ini menarik perhatian banyak pihak. Sekitar 200 peserta hadir, mulai dari pejabat pemerintah, akademisi, hingga petani sawit. Mereka berkumpul untuk mendiskusikan masa depan industri ini agar lebih kompetitif di masa depan.

sumber: https://jogja.antaranews.com/berita/352098/kemtan-perusahaan-sawit-dituntut-berinovasi