Sawit Adalah Aset Negara

pabrik gula

Konsep Indonesia Incorporated mampu memperkuat industri sawit nasional. Melalui konsep ini, dukungan seluruh komponen bangsa menentukan keberhasilan pengelolaan sawit. Hal ini penting untuk menangkal isu negatif dan hambatan ekspor.

Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), Christianto Wibisono, menyebut Indonesia Incorporated sebagai budaya kerja nyata. Tujuannya adalah membangun ekonomi secara konstitusional. Presiden, Kepala Daerah, dan pemangku kepentingan harus bersatu membangun ekonomi nasional yang berdaya saing.

Christianto menyarankan pemerintah agar bekerja keras mengamankan citra sawit. Pemerintah perlu memprioritaskan mobilisasi aset untuk merintis pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah terus memperkuat keberlanjutan kelapa sawit. Salah satunya melalui penguatan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Pemerintah meningkatkan status ISPO menjadi Instruksi Presiden (Inpres) agar posisi sawit Indonesia semakin kuat di pasar global.

Di tengah maraknya kampanye hitam, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengajak pelaku industri mengedukasi masyarakat. Edukasi ini bertujuan melawan propaganda dan mengklarifikasi tuduhan pihak luar.

Pemerintah berkomitmen melawan persaingan tidak sehat. Enggar menegaskan bahwa pihaknya terus memprotes diskriminasi Eropa terhadap sawit Indonesia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga aktif mengampanyekan sawit sebagai aset bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sawit demi kesejahteraan bersama.

“Kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sawit rakyat harus menjadi prioritas,” tegas Amran.

Ia berharap tidak ada lagi arogansi kepentingan dalam mengelola komoditas ini.

 

(Robi Fitrianto)

sumber: sawitindonesia.com