RESIMEN MAHASISWA MAHAKARTA SATUAN POLITEKNIK LPP ANGKATAN I TAHUN 2018

no image

Tahun pertama selalu menjadi masa sakral yang paling bernilai dalam sejarah sebuah institusi. Oleh karena itu, pada tahun 2018 ini, Politeknik LPP Yogyakarta mengukir sejarah istimewa dengan meresmikan satuan Resimen Mahasiswa (Menwa) untuk pertama kalinya. Kehadiran Menwa ini merupakan buah kerja keras nyata dari civitas akademika Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dalam prosesnya, mereka bekerja sama secara erat dengan Bapak Rifa’i Rachman Saputro (Wadir III Bidang Kemahasiswaan), Bapak Saktiyono Sigit Pamungkas (Staf Wadir III), dan Bapak Achmad Toyibun (Presiden Mahasiswa).

Selanjutnya, inisiatif mulia ini bertujuan untuk mewujudkan peraturan pemerintah yang mewajibkan setiap perguruan tinggi memiliki organisasi legal di bidang Bela Negara. Satuan perdana ini beranggotakan tujuh pemuda penuh semangat yang akhirnya menyandang julukan “Tujuh Pandawa”. Adapun ketujuh mahasiswa tangguh tersebut adalah:

  • M. Sapril Sitepu

  • Agung Abdinoto

  • Wahyudi

  • Hendrikus Hendri

  • Dimas Ruan Dhanu

  • Jaka Prasetya

  • Achad Syafi’i

Terkait hal tersebut, Bapak Rifa’i menegaskan bahwa menjadi anggota Menwa bukanlah sebuah tugas yang ringan. Sebaliknya, peran ini menuntut totalitas, loyalitas, serta tanggung jawab yang sangat besar. Seorang Menwa wajib memiliki kemampuan untuk menjadi pemuda pejuang sekaligus pemikir yang kritis.

Selain itu, mereka juga berperan aktif sebagai komponen cadangan yang siap mempertahankan kedaulatan negara dalam situasi darurat. Oleh sebab itu, Menwa LPP tidak terbentuk secara instan melalui proses yang mudah. Namun, para calon anggota harus melewati serangkaian proses panjang dan berat demi membuktikan dedikasi terbaik mereka.

Sebagai langkah awal, perjalanan panjang mereka bermula pada 20 Februari 2018 melalui tahapan Pra-Pendidikan Dasar. Dalam tahap ini, para calon anggota menerima berbagai pembekalan materi awal sebagai persiapan sebelum memasuki pelatihan inti. Sementara itu, Politeknik LPP menjalani proses melelahkan ini bersama dengan beberapa universitas lain, seperti STTA dan STTNAS.

Setelah melewati fase awal tersebut, langkah berikutnya adalah memasuki Pendidikan Dasar (Diksar) yang bertempat di Rindam IV Diponegoro, Magelang. Di sana, bersama dengan peserta dari 22 universitas lain, para instruktur TNI menggembleng fisik dan mental mereka secara disiplin dan ketat.

Selama pelatihan, para Pandawa mempelajari banyak hal berharga. Mereka mendalami teknik komunikasi massa, cara bertahan hidup (survival) di tengah hutan, hingga metode pemecahan masalah dalam kondisi yang mendesak.

Kemudian, sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara, para peserta menjalani tradisi pembaretan yang sakral. Prosesi turun-temurun ini menandai berakhirnya masa pelatihan yang berat sekaligus mengukuhkan status resmi mereka. Dengan demikian, setelah berhasil melewati seluruh tahapan tersebut, ketujuh anggota Menwa ini resmi menyandang status sebagai anggota tetap.

Kini, mereka telah kembali ke lingkungan kampus dan siap mengabdi sepenuhnya. Selain mengemban tugas umum Menwa di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mereka juga memikul tanggung jawab khusus dari pihak kampus untuk senantiasa menjaga nama baik Politeknik LPP Yogyakarta.

gbr 1 gbr 3