


Politeknik LPP Yogyakarta kini memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi melalui program Matching Fund Kedaireka. Bersama mitra dari Koperasi Petani Tebu Sido Makmur, mereka mengusung tema pengembangan koperasi terintegrasi menuju pertanian modern yang berkelanjutan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan level manajemen dari sekadar koperasi tradisional menjadi korporasi petani yang profesional.
Selain itu, kerja sama ini melibatkan pemerintah, dinas perkebunan, dan pihak perbankan untuk mendukung aspek permodalan bisnis. Politeknik LPP secara aktif mendampingi petani dalam meningkatkan kompetensi budidaya dan manajemen keuangan. Melalui pendampingan ini, para petani diharapkan mampu mengelola organisasi secara lebih mandiri dan tangguh.

Pengembangan budidaya tebu dilakukan melalui fasilitas laboratorium kultur jaringan, greenhouse, dan lahan terbuka (open field). Laboratorium tersebut berfokus pada penyediaan bibit unggul dan pengembangan varietas baru. Sementara itu, fasilitas greenhouse mendukung penelitian karakteristik tebu di wilayah Wedomartani.
Pada area lahan terbuka, tim ahli mengimplementasikan tata kelola budidaya yang lengkap. Hal ini mencakup pengolahan tanah, pemupukan tepat sasaran, sistem irigasi, serta penanganan hama secara terpadu. Oleh karena itu, petani dapat mempelajari seluruh siklus tanaman secara langsung di lapangan.
Untuk memperdalam pemahaman petani, tim membangun sebuah “Warung Tebu” sebagai pusat edukasi varietas. Politeknik juga memanfaatkan kebun praktik seluas 3 Ha dan pabrik gula mini sebagai sarana simulasi produksi. Di tempat ini, para petani belajar memproduksi gula cetak, gula semut, dan gula cair dalam skala UMKM.
Tak hanya soal produksi, program ini juga membantu pengembangan jejaring pemasaran produk-produk tersebut. Kegiatan ini melibatkan 32 mahasiswa dalam program MBKM sebagai bagian dari pengembangan Project Based Learning (PBL) dan Teaching Factory (TEFA). Selanjutnya, industri besar seperti PT Madu Baru dan PTPN X ikut berkontribusi dalam penyediaan bibit berkualitas.

Sejalan dengan program hibah Competitive Fund (CF) 2023, Program Studi D4 Pengelolaan Perkebunan memperkuat implementasi Precision Smart Farming. Tim pengelola mengumpulkan data awal melalui pemetaan areal kebun secara digital. Setelah itu, perkembangan tanaman dipantau menggunakan drone dengan kamera multispektral yang canggih.
Selain penggunaan drone, alat Automatic Weather Station mencatat unsur iklim secara otomatis di lapangan. Semua data ini berguna untuk menciptakan pengelolaan tebu yang lebih efektif dan efisien. Pada akhirnya, inovasi teknologi ini akan menjadi rujukan utama bagi Politeknik LPP dan masyarakat perkebunan secara luas.
Guna mempertajam pengetahuan praktis, Politeknik menyelenggarakan workshop pengelolaan TEFA berbasis pertanian presisi pada 28 Agustus 2023. Acara tersebut menghadirkan praktisi dari PT Gunung Madu Plantation sebagai pemateri utama. Melalui sesi ini, para pengajar dapat memperbarui pengetahuan mereka tentang teknologi industri terkini.
Dengan demikian, Politeknik LPP mampu menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Fokus utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah menjadikan pusat pendidikan perkebunan sebagai penggerak ekonomi nasional. Kesinambungan antara teori di kampus dan praktik di industri menjadi kunci keberhasilan program ini.