

Dosen dan mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta menghadiri 2nd Technical Meeting Roundtable Ganoderma Management (RGM) pada 5 Maret 2024 di Bogor. RGM menyelenggarakan acara ini dengan dukungan sponsor dari BPDPKS, Musim Mas Group, dan GAPKI. Forum ini mempertemukan peneliti, praktisi, dan perusahaan untuk membahas ancaman serius jamur Ganoderma spp. pada kelapa sawit.
Jamur ini menyebabkan penyakit busuk pangkal dan batang atas yang kini merebak hingga ke Papua. Serangan pada tingkat 2–4% saja mampu memicu kerugian negara sebesar Rp10–20 triliun per tahun. Pengendaliannya sulit karena deteksi awal terhambat kontak akar di bawah tanah. Selain itu, dinding pseudosclerotium milik jamur ini melindungi jaringan tanaman dari bahan kimia maupun agensia hayati.
Patterson (2019) memprediksi Ganoderma dapat menghancurkan industri sawit Indonesia pasca 2050. Mengingat peran strategis sawit bagi ekonomi, para narasumber merekomendasikan langkah-langkah berikut:
Kebijakan Nasional: Menyusun regulasi khusus pengendalian Ganoderma.
Biosecurity: Membangun sistem keamanan hayati yang ketat.
Penguatan Lembaga: Meningkatkan kapasitas Balai Penyakit Tanaman dan Badan Karantina.
Riset Multidisiplin: Mempercepat inovasi pengendalian di level perkebunan.
Dukungan Dana: Mengoptimalkan pendanaan BPDPKS untuk riset terpadu.