

LPPM Politeknik LPP Yogyakarta menyelenggarakan Coaching Clinic Proposal Grand Riset Sawit (GRS) pada Kamis, 7 Maret 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang LPP lantai 1 mulai pukul 14.30 hingga 17.30 WIB. Sebanyak 23 dosen Politeknik LPP Yogyakarta hadir untuk memperdalam strategi penyusunan proposal penelitian. Prof. (R). H. Ir. H. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Ph.D., INV hadir sebagai narasumber utama dengan panduan moderator Dr. Anna Kusumawati, S.P., M.Sc. Selaku Koordinator Komite Litbang BPDPKS, Prof. Didiek membagikan tips dan trik khusus untuk memenangkan dana hibah GRS BPDPKS 2024. Selain itu, beliau menekankan pentingnya menyelaraskan materi riset dengan target inovasi industri sawit masa depan.
Selanjutnya, paparan materi fokus pada penciptaan paket teknologi inovatif guna meningkatkan produktivitas melalui intensifikasi dan efisiensi. Riset tersebut juga harus mampu mengantisipasi masalah tenaga kerja dengan mengembangkan mekanisasi berbasis sistem informasi. Di sisi lain, pengembangan produk turunan seperti oleopangan, bioenergi, dan pengolahan limbah biomassa menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai ekspor.
Tidak hanya itu, para peneliti perlu memberikan jawaban ilmiah terhadap isu lingkungan seperti emisi gas rumah kaca dan keamanan pangan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat posisi industri sawit di pasar domestik maupun global. Agar proposal lolos seleksi, dosen harus memahami masalah riil di lapangan yang berdampak signifikan terhadap kinerja industri. Peneliti wajib menawarkan solusi efektif yang belum pernah ada sebelumnya. Oleh karena itu, rincian teori yang melandasi solusi serta program kegiatan harus tersusun secara lengkap dan sistematis.
Sebagai penutup, narasumber mengingatkan bahwa proposal yang kuat adalah proposal yang mampu menyelesaikan masalah dengan dampak ekonomi yang besar. Potensi komersialisasi tinggi menjadi nilai tambah utama dalam penilaian aspek substantif GRS 2024.

