YPPY Melalui Politeknik LPP Berikan Pelatihan Khusus Kepada Pekebun Sawit dari Kutai Timur

LPP09276

YPPY Melalui Politeknik LPP Berikan Pelatihan Khusus Kepada Pekebun Sawit dari Kutai Timur

 

Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) melalui unit kerja Politeknik LPP memberikan pelatihan khusus kepada pekebun sawit dari Kutai Timur (Kutim). Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjenbun Kementerian Pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 20 Mei 2024 hingga tanggal 1 Juni 2024


Tujuan penyelenggaraan kegiatan tersebut diantaranya meningkatkan pengetahuan dan manajerial perkebunan sawit serta mendukung program sawit yang berkelanjutan. “Indonesia merupakan produsen sawit terbesar, kami bekerjasama dengan BPDPKS dan Ditjenbun mengadakan pelatihan untuk meningkatkan SDM pekebun sawit di Kutai Timur,” ujar Sakti, koordinator pelatihan. Lebih lanjut, sasaran utama dalam pelatihan tersebut yakni pekebun sawit, sehingga paling tidak, skill mereka dapat berkembang secara bertahap melalui pelatihan tersebut.
Sementara itu, Oni Apriyanto dalam sambutannya mewakili YPPY yang sekaligus merupakan Wakil Direktur III Politeknik LPP menyampaikan bahwa sawit semakin berkembang terutama di daerah Kalimantan Timur, salah satunya di daerah Kutim. Oni menyampaikan, bahwa untuk peserta pelatihan merupakan pekebun sawit dari Kabupaten Kutai Timur, berasal dari dua Kecamatan yaitu Kecamatan Rantau Pulung dan Bengalon. Peserta terdiri dari 4 angkatan yaitu angkatan 1 sampai 4, untuk kelas 1 Sebanyak 33 peserta, Kelas 2 Sebanyak 33 Pesrta, Kelas 3 sebanyak 33 peserta dan untuk kelas 4 sebanyak 32 peserta. “Jadi kita jumlahkan sebanyak 131 peserta yang akan mengikuti pelatihan budidaya sawit selama enam hari yang terbagi dalam 2 Minggu (Minggu pertama 20 – 25 Mei 2024 dan Minggu ke 2 tanggal 27 Mei – 01 Juni 2024) termasuk field trip sebagai bentuk pengkayaan ilmu yang diperoleh di kelas agar dapat dibandingkan dengan kondisi dilapangan,” imbuhnya.


Pembukaan pelatihan kali ini dihadiri oleh BPDPKS dan Ditjenbun melalui daring, Disbun Kutim, Disbun Provinsi dan Puslatan melalui luring. Eva Lizarmi dari Ditjenbun dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang bagaimana budidaya sawit yang lebih baik, bagaimana meningkatkan keterampilan dan pengetahuan sawit yang berdaya saing. “Teknis budidaya yang akan diterima Bapak dan Ibu peserta diharapkan dapat diaplikasikan di kebun masing-masing dengan menerapkan prinsip sawit yang berkelanjutan, sehingga diharapkan produksinya meningkat namun tetap menjaga lingkungan,” ucapnya.


Kepala Dinas Perkebunan Kutim, Sumarjana mengucapkan terima kasih kepada YPPY selaku pelaksana kegiatan pelatihan,“Program ini upaya kita yang pertama di tahun 2023 alhamdulillah dapat disetujui oleh pemerintah provinsi dan Ditjen Perkebunan dengan jumlah peserta 131 orang mulai dari pelaku petani dab beberapa penyuluh,” ungkapnya. Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada YPPY selaku pelaksana kegiatan pelatihan. Karena sesuatu dengan ilmu yang benar di yakini akan mampu berjalan dengan benar dan pada akhirnya memperbaiki kinerja kebun serta menghasilkan produkvitas yang tinggi. Kalau produktivitas lebih tinggi, maka penerimaan lebih tinggi lagi dan kita harapkan kepala sawit benar – benar mampu memberikan kesejahteraan khususnya di wilayah Kabupaten Kutim,” harapnya.
Sementara, hal senada juga diungkapkan Plt Sekretaris Disbun Provinsi Kaltim, Andi Sidik memberikan apresiasi setinggi – tingginya kepada BPDPKS, Ditjenbun dan YPPY selaku pelaksana kegiatan. “Saya berharap kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini, dapat menerapkan ilmu yang didapat setelah pulang dari pelatihan. Karena ilmu yang diberikan sangat penting dalam meningkatkan produktivitas hasil panen buah sawit kedepannya,” pungkasnya.


Pembukaan pelatihan secara resmi dibuka oleh Eva Lizarmi selaku Ketua Sekretariat Tim Pengembangan SDMPKS Ditjenbun, sedangkan pemberian atribut secara simbolis bagi peserta pelatihan diberikan oleh Wahida Annisa Yusuf selaku perwakilan dari Puslatan Kementan didampingi oleh perwakilan Politeknik LPP. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan ini. “kami berharap pelatihan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, kami berharap bahwa pelatihan ini akan berdampak baik bagi kami para petani sawit khususnya dalam meningkatkan hasil sawit sehingga bertambah pula taraf kehidupan kami. Kami ucapkan terimakasih kepada BPDPKS dan semua yang telah menyelenggaran pelatihan ini,” ujar salah satu peserta pelatihan.(skt)

Blog Attachment