National Sugar Summit (NSS) 2022 Untuk Indonesia Swasembada Gula

WhatsApp Image 2022-12-10 at 11.44.27

 

Yogyakarta menjadi saksi sejarah saat para pemimpin industri gula berkumpul di Auditorium PT LPP Agro Nusantara pada 8 Desember 2022. Dr. Ir Mohammad Abdul Ghani, M.Sc. (Direktur Utama Holding PTPN III) membuka acara ini secara resmi. Beliau hadir bersama Dr. Musdalifah Machmud, M.T dari Kemenko Perekonomian untuk meresmikan konferensi gula terbesar di Indonesia tersebut.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema strategi percepatan swasembada gula nasional. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan menyatakan dukungannya terhadap target pemerintah untuk mencapai swasembada gula dan penyediaan bioetanol pada tahun 2030.

Dalam sambutannya, Mohammad Abdul Ghani menekankan pentingnya sinergi antar pelaku industri. Meskipun pemerintah telah menyusun peta jalan (roadmap), realisasi target tahunan saat ini masih memerlukan kerja keras. Oleh karena itu, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama untuk menyukseskan penyediaan pangan dan energi nasional.

Ghani juga memaparkan bahwa target produktivitas gula kristal putih sebesar 8 ton/ha akan menjamin kesejahteraan petani tebu. Sementara itu, Musdalifah Machmud mengapresiasi semangat tersebut. Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai produsen gula utama dunia seperti pada era 1930-an.

Asosiasi Gula Indonesia (AGI) dan Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) merancang National Sugar Summit (NSS) 2022 sebagai konferensi kelas internasional. Forum ini mengelaborasi tiga poin strategis sesuai arahan Presiden RI pada Juli 2022, yaitu:

  1. Ekspansi Lahan: Menyediakan lahan tebu hingga 700.000 hektar melalui kemitraan dengan petani.

  2. Produktivitas Tinggi: Mengejar target produksi 93 ton tebu per hektar dengan rendemen sebesar 11,2%.

  3. Energi Terbarukan: Meningkatkan produksi bioetanol untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain membahas isu domestik, NSS 2022 juga memfasilitasi diskusi mengenai praktik terbaik dari negara tetangga. Filipina menjadi contoh nyata karena berhasil meningkatkan produksi bioetanol hampir sepuluh kali lipat dalam kurun waktu tujuh tahun. Kesuksesan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia dalam mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis tebu.

Selanjutnya, konferensi ini melibatkan 300 peserta luring dan 160 peserta daring dari berbagai sektor. Kehadiran para direktur BUMN, akademisi, peneliti, hingga investor menciptakan diskusi yang dinamis. Melalui sesi Roundtable Discussion, para ahli membedah klaster sumber daya lahan, produktivitas tebu, dan potensi bioetanol secara mendalam.

Sebagai penutup, penyelenggara berharap NSS 2022 mampu menjaring masukan konkret dari para pemangku kepentingan. Hasil dari konferensi ini akan menjadi fondasi kuat bagi kebijakan pengembangan industri gula dan bioetanol nasional. Dengan demikian, komitmen yang terbangun dapat mempercepat tercapainya ketahanan pangan dan energi yang mandiri.

EVENT PRESS RELEASE

PT LPP Agro Nusantara

Jl. LPP No, 1 Yogyakarta

+62 81808818851

www.lpp.co.id

Blog Attachment