Kolaborasi Penelitian Politeknik LPP Yogyakarta dan Universitas Lambung Mangkurat Ciptakan “Coating Material”

WhatsApp Image 2024-12-03 at 10.15.28 – Lestari Hetalesi Saputri

Kolaborasi Penelitian Politeknik LPP Yogyakarta dan Universitas Lambung Mangkurat Ciptakan “Coating Material

Tim Polymate (Polymer and Material Research Group) menyelenggarakan kegiatan Grant Riset Sawit (GRS) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin, 25 November 2024. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di bawah Kementerian Keuangan mendukung penuh inisiatif penelitian strategis ini. Desi Nurandini, S.T., M.Eng dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memimpin tim riset ini. Selain itu, kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi erat antara dosen dan mahasiswa dari Politeknik LPP Yogyakarta serta ULM. Perwakilan dari Politeknik LPP Yogyakarta adalah Lestari Hetalesi Saputri, S.T., M.Eng., yang hadir bersama mahasiswa bernama Romi Sujaka, Ahmad Prastyo, dan Benardo Tua Simanjuntak. Bersama-sama, mereka mengembangkan riset untuk mendukung pengelolaan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan.

Acara ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD). Dalam diskusi tersebut, tim memaparkan hasil penelitian berjudul “Sintetis Alkyd Resin Berbasis Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) dan Aplikasinya Sebagai Coating Material”. Inovasi ini bertujuan menciptakan bahan pelapis ramah lingkungan yang berbasis sawit.

Oleh karena itu, kehadiran para pakar terkemuka menjadi sangat penting dalam acara ini. Tokoh-tokoh seperti:

  • Prof. Dr. Eng. Ir. Udin Hasanudin, M.T.
  • Dr. Ir. Arief Rahmad Maulana Akbar, M.Si., IPU.
  • Dr. Tatang Hernas Soerawidjaja.

Mereka memberikan masukan serta tinjauan strategis untuk meningkatkan kualitas riset tersebut.

Selanjutnya, BPDPKS berharap pendanaan Grant Riset Sawit ini mampu memicu lahirnya inovasi baru. Inovasi tersebut mencakup efisiensi produksi hingga diversifikasi produk turunan sawit nasional. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan menjawab tantangan industri di masa depan.

Singkatnya, acara ini menegaskan betapa pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, riset, dan industri. Melalui kolaborasi ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam industri kelapa sawit.