

Tim dosen dan mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Rabu, 8 Juli 2026. Lokasinya berada di Desa Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
Program ini mengusung tema “Pemberdayaan Petani Kakao melalui Inovasi Co-Carb dan Briket Arang Berbasis Limbah Pertanian”. Tujuannya untuk mendukung ketahanan iklim dan kemandirian energi pedesaan.
Lurah Ngoro-oro, Sukasto, hadir langsung dalam acara ini. Kelompok Tani Sumber Makmur dan sejumlah mahasiswa juga turut berpartisipasi. Kegiatan PkM ini mewujudkan prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kampus ingin mentransfer ilmu dan teknologi tepat guna kepada masyarakat desa.
Sutan Tarmizi Lubis, S.P., M.Sc., memimpin tim dosen ini. Ia merupakan Dosen Pengelolaan Perkebunan. Dua dosen lain juga turut serta, yaitu M Khoirul Muslimin, S.T., M.Eng., dan Bahrul Ulum, S.P., M.Sc. Kolaborasi lintas bidang ini sangat memperkuat program. Mereka memadukan keilmuan perkebunan, pengolahan limbah, energi alternatif, dan pemberdayaan masyarakat.
Lurah Ngoro-oro, Sukasto, mengapresiasi Politeknik LPP Yogyakarta. Kampus telah memilih desanya sebagai lokasi pengabdian. Ia menilai program seperti ini sangat penting. Petani kakao mendapatkan wawasan baru untuk mengelola potensi lokal desa.
“Kami menyambut baik kegiatan pengabdian ini. Harapannya, masyarakat bisa menerapkan ilmu dan teknologi dari kampus. Mereka bisa memanfaatkan limbah pertanian untuk menambah nilai ekonomi. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi petani,” ujar Sukasto.
Tim PkM memperkenalkan inovasi Co-Carb kepada warga. Istilah ini merupakan singkatan dari Cocoa Pod Husk–Carbonized Organic Material. Mereka memanfaatkan limbah kulit buah kakao menjadi material organik terkarbonisasi.
Selain itu, tim juga mengenalkan teknologi pembuatan briket arang dari limbah pertanian. Briket ini menjadi alternatif energi yang lebih ramah lingkungan. Inovasi tersebut sangat mendukung kemandirian energi desa.
Kampus menargetkan inovasi ini untuk membantu para petani. Petani bisa mengurangi limbah organik dan meningkatkan nilai sisa panen. Mereka juga mendapat peluang energi alternatif dari bahan sekitar. Pendekatan ini mengubah limbah pertanian menjadi produk bernilai tinggi.
Sutan Tarmizi Lubis menjelaskan tujuan utama acara ini. Tim tidak sekadar menyampaikan materi secara teori. Mereka juga memperkuat kapasitas petani. Petani harus mampu melihat limbah pertanian sebagai sumber daya berharga.
“Kami mendorong petani kakao untuk terus berinovasi. Mereka jangan hanya fokus pada hasil utama tanaman. Petani harus mampu mengelola limbah menjadi produk bermanfaat. Lewat Co-Carb dan briket, masyarakat mengubah limbah menjadi energi alternatif,” jelas Sutan.
Sutan juga berharap desa ini menjadi laboratorium lapangan bagi civitas akademika. Kampus dan desa bisa meneliti dan mencari solusi bersama.
Acara ini juga memuat diskusi interaktif bersama kelompok tani. Tim mendemonstrasikan cara mengolah limbah menjadi briket arang. Peserta sangat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka belajar mengenali bahan baku dan proses pengolahan. Petani juga memahami potensi briket untuk kehidupan sehari-hari.
Muji, perwakilan Kelompok Tani Sumber Makmur, ikut memberikan tanggapan. Ia merasa mendapat pengetahuan baru. Petani kini bisa melihat peluang dari limbah pertanian. Sebelumnya, masyarakat belum mengoptimalkan potensi tersebut.
“Selama ini kami menganggap limbah pertanian kurang bernilai. Kini kami tahu cara mengolahnya menjadi briket arang. Produk ini berpotensi menjadi sumber energi baru. Acara ini sangat bermanfaat karena petani bisa langsung mempraktikkan ilmu tersebut,” ungkap Muji.
Politeknik LPP berharap program ini mengawali kolaborasi berkelanjutan. Kampus ingin membangun hubungan erat dengan masyarakat desa. Transfer teknologi ini bertujuan untuk membantu kesejahteraan petani. Petani bisa menerapkan inovasi dan meningkatkan efisiensi sumber daya. Langkah ini sangat mendukung terciptanya desa yang mandiri dan produktif.
Kegiatan PkM ini menegaskan komitmen nyata Politeknik LPP Yogyakarta. Kampus selalu berupaya menghadirkan inovasi yang bermanfaat. Mereka tidak hanya bergerak di ranah akademik murni. Kampus mewujudkan komitmen tersebut lewat pendampingan dan edukasi.
Mereka konsisten menerapkan teknologi sederhana sesuai kebutuhan desa. Politeknik LPP Yogyakarta mengusung semangat pemberdayaan petani secara utuh. Ke depan, Desa Ngoro-oro akan menjadi ruang belajar bersama. Dosen, mahasiswa, dan masyarakat bisa terus mengembangkan inovasi aplikatif.