

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Surat Kepercayaan dari 11 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Istana Merdeka, Jakarta. Para duta besar tersebut mewakili negara Bahrain, Rusia, Georgia, Latvia, dan Polandia. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Korea Selatan, Australia, Fiji, Uganda, Gambia, serta Pantai Gading.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan bahwa Jokowi membahas prioritas kerja sama ekonomi dengan para diplomat tersebut. “Presiden menekankan bahwa kerja sama ekonomi menjadi prioritas utama Indonesia dengan semua negara tersebut,” ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/4/2018).
Uni Eropa & Isu Sawit: Jokowi meminta Uni Eropa memberikan perhatian khusus pada resolusi sawit. Beliau mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dan adil bagi kedua pihak.
Rusia & EAEU: Pemerintah menargetkan angka perdagangan dengan Rusia naik dari USD 3 miliar menjadi USD 5 miliar. Indonesia juga mengajukan proposal negosiasi dengan Eurasian Economic Union (EAEU) melalui dukungan Rusia.
Korea Selatan: Presiden fokus mendorong akselerasi industri sebagai pilar utama kerja sama kedua negara.
Sebelumnya, tiga negara penghasil sawit utama—Indonesia, Malaysia, dan Thailand—siap mengambil langkah tegas. Mereka mengancam akan membalas kebijakan Uni Eropa yang mendiskriminasi minyak sawit. Uni Eropa berencana menghapus komoditas tersebut dari program biodiesel mereka, yang memicu reaksi keras dari negara-negara produsen.
sumber: liputan6.com