

Politeknik LPP Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan hilirisasi kelapa sawit pada 15–16 November 2022. Acara hari pertama berupa sesi diskusi dan ramah tamah untuk memperkuat kemitraan strategis. Kepala Divisi UKM dan Koperasi BPDPKS serta jajaran direksi Politeknik LPP Yogyakarta hadir langsung dalam agenda tersebut.
Pada hari kedua, kampus menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Pengenalan dan Pengembangan Hilirisasi Kelapa Sawit”. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mengikuti acara ini secara daring. Selain itu, Asisten Deputi Perkembangan Agribisnis Perkebunan Kemenko Perekonomian, Edy, hadir mewakili Menko Perekonomian untuk membuka seminar.
Dalam sambutannya, Edy menjelaskan tantangan krisis pangan dan energi global yang memicu inflasi domestik. Ia mencatat ekspor Indonesia tumbuh 28% pada September 2022 berkat komoditas unggulan seperti minyak sawit. Menurutnya, kelapa sawit memiliki nilai strategis sebagai bahan baku industri global yang bisa berkembang luas di sektor hulu maupun hilir.
Direktur Politeknik LPP, Muhamad Mustangin, menegaskan kesiapan kampus dalam mendukung program pemerintah. Sebagai kampus perkebunan tertua, mereka berkomitmen mendampingi UMKM melalui berbagi ilmu, workshop, dan pengembangan bisnis.
Sementara itu, Helmi Muhansyah dari BPDPKS memaparkan peluang usaha berbasis sawit. Ia mendorong UMKM untuk menciptakan produk turunan sawit yang inovatif. Helmi berharap seminar ini mempererat sinergi antara akademisi, industri, dan masyarakat untuk memperkenalkan manfaat sawit bagi kehidupan sehari-hari.
Sesi diskusi panel menghadirkan Rapolo Hutabarat (Ketua Umum APOLIN) dan Darmono Taniwiryono (Ketua MAKSI). Mereka membahas potensi besar sawit untuk ketahanan pangan dan energi, seperti program biodiesel. Keduanya menekankan bahwa UMKM dapat memanfaatkan hasil riset BPDPKS untuk meningkatkan ekonomi.
Sebagai penutup, Darmono Taniwiryono memperagakan demo masak menggunakan Virgin Palm Oil atau minyak goreng merah. Ia menyebut minyak ini sebagai “super food” bernutrisi tinggi. Penggunaan minyak merah tersebut bahkan dapat menjadi solusi untuk mencegah masalah stunting pada anak.
Materi Kegiatan Seminar Nasional dapat diakses melalui tautan berikut