


Politeknik LPP Yogyakarta sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “SUGAR INSIGHT 2024” pada 29 Februari 2024. Bertempat di Auditorium LPP Yogyakarta, institusi ini menggandeng mitra besar seperti Bosch Rexroth, SED, LPP Agro Nusantara, IKAGI, dan AGI. Forum ini memfokuskan diskusi pada perkembangan teknologi industri gula, baik di tingkat nasional maupun global.
Para peserta mendalami berbagai topik krusial, mulai dari kolaborasi pendidikan-industri hingga strategi mencapai target swasembada gula dan penyediaan bioetanol. Selain itu, pembicara menekankan peran penting institusi pendidikan dalam menyiapkan SDM unggul guna mendukung modernisasi pabrik. Diskusi teknis juga mencakup efisiensi ekstraksi nira, pengujian SOC <40%, serta implementasi otomasi untuk mengoptimalkan performa industri.

Acara prestisius ini menghadirkan deretan pakar yang memiliki reputasi luas di dunia gula. Nama-nama besar dari India seperti Narendra Mohan (Direktur NSI Kanpur) dan Ramit Gupta (Director Strategy SED Ltd.) berbagi perspektif internasional. Dari dalam negeri, hadir tokoh-tokoh kunci seperti:
Aris Toharisman (Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara)
Yadi Yusriyadi (Tenaga Ahli AGI)
Rakhmat Basuki (Project and Application Manager PT Bosch Rexroth Indonesia)
Dimas Eko Prasetyo (SEVP Ops 1 SGN)
Kehadiran para praktisi ini memberikan wawasan mendalam bagi 130 peserta yang terdiri dari perwakilan industri, mahasiswa, dan masyarakat umum. Mereka membawa perspektif segar mengenai tantangan dan peluang masa depan industri manis ini.

Selain sesi seminar panel, Bosch Rexroth memukau hadirin melalui demonstrasi teknologi terkini. Sebagai pemimpin di bidang otomasi dan teknik, mereka menampilkan aplikasi praktis yang dapat meningkatkan produktivitas pabrik gula secara signifikan. Gabungan teori dan praktik ini bertujuan memberikan tolok ukur (benchmarking) bagi para praktisi di Indonesia.
Penyelenggara berharap kegiatan ini memicu transformasi nyata bagi industri gula nasional. Dengan SDM yang kompeten dan teknologi yang tepat, industri gula Indonesia berpotensi menjadi penyumbang devisa negara yang utama. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam meraih kedaulatan pangan melalui swasembada gula yang berkelanjutan.