Pertama di Indonesia, Lulusan Politeknik LPP Yogyakarta Catat Rekor Estate Manager Perempuan di Industri Sawit

WhatsApp Image 2021-07-14 at 08.13.19

Berita Utama |13 July 2021 , by : Redaksi Politeknik LPP

Dok. Foto Media Sosial Facebook Yuni Fitriani/

Salah satu Lulusan dari Politeknik LPP Yogyakarta ini berhasil meraih prestasi. Bahkan menjadi yang pertama di Indonesia.

Pasalnya, Yuni Fitriani yang kerap di sapa Yuni ini adalah lulusan Politeknik LPP yang mulai aktif sebagai mahasiswa di tahun angkatan 2009/2010, dirinya telah mencatatkan sejarah sebagai Sang Estate Manager Perempuan Sawit Pertama di Indonesia.

Isu kesetaraan gender memang selalu menjadi ketakutan bagi perempuan sebagai penerus bangsa di industri perkebunan, tapi justru Yuni mematahkan mitos/ketakutan tersebut dengan membuktikan bahwa dirinya mampu menempatkan diri dalam keberagaman di perusahaan perkebunan kelapa sawit, Cargill Tropical Palm.

Politeknik LPP sebagai institusi almamater Yuni menempuh pendidikan DIII nya (red: vokasi) di program studi Budidaya Tanaman Perkebunan, dalam kegiatan perkuliahan di kelas maupun seminar/webinar yang selama ini diadakan, memang kampus selalu memandang perbedaan gender tidak menjadi penghalang bagi mereka (mahasiswi/perempuan) untuk melakukan yang terbaik dalam belajar dan bekerja, karena nantinya peluang masa depan yang sama akan selalu terbuka bagi mereka di tengah dominasi karyawan yang berbeda gender (Pria).

Disadur dari InfoSAWIT, JAKARTA –
benar bahwa Cargill Tropical Palm tercatat baru saja memiliki Estate Manager perkebunan kelapa sawit wanita pertama di Indonesia, yang bekerja di perkebunan kelapa sawit Sungai Pelepah, Yuni Fitriani. Dia adalah wanita pertama yang berhasil dalam posisi ini. Dalam posisinya, Yuni memiliki tanggung jawab utama di perkebunan kelapa sawit milik Cargill Tropical Palm.

Politeknik LPP sebagai penyedia tenaga kerja yang profesional dan berkarakter di bidang perkebunan selalu membidik calon mahasiswa yang memiliki kedekatan dengan dunia perkebunan, salah satu contohnya berkomitmen dalam menyalurkan beasiswa BPDP KS yang merupakan beasiswa yang diberikan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit kepada masyarakat yang merupakan anak-anak dari petani kelapa sawit.

Sejak kecil Yuni sudah terbiasa berada di lingkungan perkebunan, karena ia berasal dari keluarga yang bekerja di sebuah perusahaan perkebunan. Sosok ibunya yang berprofesi sebagai mandor perkebunan menjadi motivasi terkuatnya untuk bekerja. Sejak masih kuliah, ia memilih untuk melakukan kerja praktik di sebuah perusahaan perkebunan, sehingga ia menumbuhkan semangat bekerja dan mudah beradaptasi di lingkungan perkebunan.

“Tidak mudah melakukan aktivitas bekerja di perkebunan kelapa sawit yang mayoritas masih pekerja laki-laki. Gaya kerja militer yang keras dan kasar seringkali menimbulkan keraguan bagi para pekerja perempuan, termasuk saya sendiri. Namun justru memotivasi saya untuk terus berusaha memperbaiki diri,” ujar Yuni, lebih lanjut, “Tips sukses kerja saya berasal dari kemauan belajar, bisa memimpin jadi influencer, bermental ‘baja’, rajin, memiliki loyalitas tinggi, disiplin dan dapat dipercaya.”

Sebagai penutup, motivasi dari Yuni Fitriani diharapkan akan menjadi estafet semangat yang terus ditularkan pada adik-adik mahasiswa tingkat nya, terutama perempuan atau mahasiswi, tidak takut dalam melangkah sejauh apapun dan selalu memiliki jiwa ‘Planters’ yang kuat agar kelak dapat berhasil di karir apapun serta di manapun mereka berkiprah (Tim Redaksi Politeknik LPP).

Berita ini telah terbit secara resmi pada Majalah Cetak InfoSAWIT Edisi April 2021

Lebih lengkapnya baca di: https://store.infosawit.com/

Untuk Bahasa Inggris buka link:
https://en.infosawit.com/
https://palmoilmagazine.com/

Related Blogs