

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar acara “Fasilitasi Pertemuan Pengembangan Produk dan Pasar Turunan Sawit” di Hotel Horison Altama, Pandeglang, Banten, pada Rabu (6/12/2023). Kemenperin menggandeng Politeknik LPP sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Acara berlangsung secara hybrid dan menyasar pelaku UMKM serta petani milenial, baik dari wilayah Pandeglang maupun daerah lainnya.
Asda II, Ibu Hj. Nuriah, M.Si., membuka acara mewakili Bupati Pandeglang. Diskusi berjalan lancar hingga sore hari dengan panduan moderator Ermiel H. Tabrani, M.Si. dari MAKKI Branding Consultant. Sejumlah tokoh penting hadir memberikan paparan, di antaranya:
Helmi Muhansyah (BPDPKS): Membahas peran UKMK dalam industri sawit.
Muhammad Nur (ASPEKPIR): Memberikan perspektif dari sisi petani.
Ratna Sri Harjanti (Politeknik LPP): Memaparkan hasil riset produk turunan sawit untuk skala UMKM.
Pangesti Boediman (Sarinah): Menjelaskan strategi pemasaran dan CSR.
Fitria Nugraheni S. (Politeknik LPP): Menjelaskan teknik pengolahan minyak goreng menjadi produk bernilai tinggi.

Dalam sesinya, Wakil Direktur I Politeknik LPP mengenalkan berbagai produk turunan hasil penelitian kampus yang potensial bagi UMKM. Sementara itu, Kepala Unit Pengembangan Usaha Politeknik LPP mendemonstrasikan cara sederhana mengolah minyak goreng menjadi barang ekonomis.
Sebagai penutup, para peserta mengikuti demo praktik pembuatan dua produk kreatif:
Lilin aromaterapi yang memanfaatkan minyak jelantah.
Sabun mandi berbahan dasar minyak goreng sawit.
Tujuan Utama: Melalui kegiatan ini, Kemenperin berharap para pelaku UMKM dan petani milenial mendapatkan wawasan baru. Pemanfaatan produk turunan sawit terbukti mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
