Kunjungan Industri Program Studi Akuntansi ke Pabrik Coklat Monggo dan PT Madu Baru (PG Madu Kismo)

AKT 2

Kunjungan Industri Program Studi Akuntansi ke Pabrik Coklat Monggo dan PT Madu Baru (PG Madu Kismo)

Pada 29 Mei 2024, sebanyak 66 mahasiswa semester 2 Program Studi Akuntansi melaksanakan kunjungan industri ke dua lokasi besar di Bantul: Pabrik Coklat Monggo dan PT Madu Baru (PG Madu Kismo). Kaprodi Bu Mahagiyani memimpin rombongan ini bersama Sekretaris Prodi Bu Luci Paonganan, dosen Rama Aditiya Sardani, dan Asisten Lab Rizaldy.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan proses bisnis perkebunan secara langsung kepada mahasiswa. Melalui praktik lapangan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan mendalam sebagai bekal untuk menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) I mendatang.

Perjalanan bermula di Pabrik Coklat Monggo yang terletak di Bangunjiwo, Kasihan. Mas Aziz, staf ahli di sana, menyambut mahasiswa dengan penjelasan mendalam mengenai Coklat Monjong. Produk spesial ini biasanya hadir untuk perayaan tertentu seperti ulang tahun. Setelah menyimak teori, mahasiswa berkesempatan mempraktikkan langsung pembuatan coklat tersebut.

Petualangan berlanjut bersama Mas Stedy yang mengulas sejarah panjang perusahaan. Beliau menjelaskan bahwa Thierry Detournay, pria asal Belgia, mendirikan pabrik ini pada tahun 2005. Mahasiswa kemudian menelusuri setiap sudut area produksi untuk mengamati alur kerja dari hulu ke hilir. Proses tersebut meliputi:

  • Penggilingan biji kakao mentah.
  • Pencampuran bahan baku utama.
  • Pembentukan coklat hingga tahap akhir pengemasan.

Rombongan melanjutkan perjalanan ke PT Madu Baru atau PG Madu Kismo. Sri Sultan Hamengkubuwono IX memprakarsai berdirinya pabrik gula ini pada tahun 1955. Di sana, Pak Budi menyajikan presentasi komprehensif mengenai rangkaian produksi gula nasional. Beliau menekankan bahwa pabrik ini mampu memproduksi hingga 250 ton gula per hari.

Pengalaman unik terjadi saat mahasiswa menaiki kereta khusus tamu menuju area inti pabrik. Di bawah arahan Pak Budi, para mahasiswa mengelilingi fasilitas produksi untuk melihat transformasi tebu menjadi kristal gula. Mereka mengamati setiap detail mesin dan operasional pabrik dengan sangat antusias.

Sesi istirahat menjadi momen bagi mahasiswa untuk berbagi pengalaman. Bu Luci mengajak mereka memaparkan poin-poin penting yang mereka pelajari selama kunjungan di kedua lokasi tersebut. Diskusi ini bertujuan untuk menghubungkan teori akuntansi biaya dan manajemen dengan realita di lapangan.

Program Studi Akuntansi berharap kunjungan ini menginspirasi mahasiswa untuk mengeksplorasi karier di industri perkebunan. Dengan melihat dunia nyata, mahasiswa tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi juga memahami kompleksitas operasional industri manufaktur yang sebenarnya.