

Politeknik LPP Yogyakarta kembali menggelar aksi nyata melalui program Politeknik Untuk Negeri (PUN) 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan sinergi antara dosen dan mahasiswa yang tergabung dalam BEM serta Ormawa. Tahun ini, Balai Desa Nglanggeran di Gunung Kidul menjadi pusat pelaksanaan program.
Acara ini bertujuan mempererat kekeluargaan antar mahasiswa sekaligus menjalankan pilar ketiga Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui PUN, civitas akademika berusaha mengabdi langsung kepada masyarakat sekitar.
Simbolis Pembukaan dan Kemeriahan Acara
Ibu Reismaya, dosen Politeknik LPP, bersama Bapak Widada selaku Kepala Desa Nglanggeran meresmikan acara melalui pemotongan pita. Suasana semakin semarak saat UKM Seni menyuguhkan penampilan tari yang memukau para hadirin.
Setelah pembukaan, agenda berlanjut ke sesi edukasi yang dipandu oleh Ibu Arini sebagai moderator. Pada sesi ini, Bapak Paryanto memaparkan materi krusial mengenai teknik identifikasi dan penanaman kakao yang efektif.
Harapan untuk Keberlanjutan UMKM Desa Aisyah Septia, Ketua Panitia PUN 2024, menaruh harapan besar pada kegiatan ini. Ia ingin program tersebut membantu warga Nglanggeran mengoptimalkan potensi UMKM dan produktivitas sumber daya desa. Aisyah juga berharap keterlibatan sosial mahasiswa ini dapat terus berlanjut di masa depan.
Senada dengan hal itu, Presiden BEM KM, Fachri Nur Hilmi, menekankan pentingnya manfaat nyata bagi warga. Ia menegaskan bahwa aksi ini sesuai dengan slogan BEM, yaitu “Berdetak, Bergerak, Berdampak.” Di sisi lain, Wakil Direktur III Politeknik LPP, Bapak Oni Apriyanto, berharap masyarakat menerima dengan baik seluruh rangkaian penyuluhan dan pendampingan yang diberikan mahasiswa. Bapak Widada pun mengamini hal tersebut dan menginginkan program ini menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.
Strategi Budidaya dan Pengendalian Hama Kakao
Dalam sesi teknis, Bapak Paryanto mengupas tuntas strategi budidaya kakao. Penjelasannya mencakup persiapan lahan yang tepat, pemilihan bahan tanam berkualitas, hingga teknik pengelolaan tanaman yang efisien. Beliau juga memperingatkan warga mengenai berbagai ancaman organisme pengganggu tanaman.
Warga mendapatkan edukasi mengenai hama utama seperti:
Selain itu, ia menjelaskan penyakit tanaman seperti busuk buah, kanker batang, dan Vascular Streak Dieback (VSD). Menurutnya, kunci sukses budidaya terletak pada pengamatan rutin dan tindakan pengendalian yang cepat.
Penutupan dan Komitmen Sosial Kegiatan PUN 2024 berakhir dengan sesi dokumentasi dan hiburan dari UKM Seni. Harapannya, ilmu dan bantuan yang tersalurkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Selain itu, program ini bertujuan memperkokoh ikatan antara Politeknik LPP Yogyakarta dengan masyarakat luas.