

Tentu, saya mengerti. Teks Anda memang memiliki struktur kalimat yang cukup panjang dan didominasi oleh bentuk pasif (seperti “dilaksanakan”, “diadakan”, “dimulai”), yang membuatnya terasa agak berat saat dibaca.
Berikut adalah versi yang telah saya perbaiki dengan menggunakan kalimat aktif, memecah kalimat panjang menjadi lebih ringkas, dan menambahkan subjudul untuk keterbacaan yang lebih baik:
Perayaan Milad dan Penyambutan Mahasiswa Baru bidang Kerohanian Islam (BKI) Politeknik LPP Yogyakarta sukses menggelar Studi Islam Perkebunan (SIP) 2024. Panitia menyelenggarakan acara ini di Masjid Jannatul U’lum pada 23-24 November 2024. Kegiatan tersebut bertujuan menyambut mahasiswa baru muslim sekaligus merayakan milad ke-12 BKI.
Tahun ini, SIP mengusung tema emosional: “Jika Mereka Bersandar Kepadaku, Maka Aku Akan Bersandar Padanya”. Selain seremoni milad, pengurus juga memperkenalkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) BKI kepada para peserta agar mereka lebih mengenal lingkungan dakwah kampus.
Misi Mempererat Silaturahmi dan Dakwah ketua Panitia membuka kegiatan dengan menyampaikan tujuan utama acara. Ia ingin memotivasi mahasiswa agar meningkatkan iman, takwa, dan ilmu agama. Selain itu, SIP berfungsi sebagai media untuk mempererat silaturahmi antarwarga kampus.
Ketua Umum BKI, Agustiawan, juga memberikan sambutan hangat. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat persaudaraan umat Islam. Agustiawan mencita-citakan dakwah Islam di lingkungan Politeknik LPP Yogyakarta berkembang lebih luas melalui kegiatan ini.
Pesan Kepemimpinan dan Etika sebagai Wakil Direktur 3 Politeknik LPP, Pak Oni Aprianto, S.P., M.Sc., turut hadir memberikan arahan. Beliau berpesan agar mahasiswa tidak hanya fokus mengembangkan ilmu teknik dan perkebunan. Mahasiswa juga harus menginternalisasi prinsip etika dan moral dalam setiap tindakan mereka.
Peserta yang hadir meliputi mahasiswa baru, perwakilan ORMAWA, serta Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Yogyakarta. Para dosen juga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.Keseruan acara berlanjut dengan prosesi pemotongan tumpeng untuk merayakan milad ke-12 BKI. Setelah itu, Al Ustadz Hammad Rosyai, LC, memimpin sesi diskusi. Sebagai pendakwah muda yang berpengaruh di Yogyakarta, beliau memberikan wawasan segar bagi kalangan Gen-Z.
Acara berakhir dengan doa bersama. Seluruh panitia berharap para calon planters muda ini mampu menerapkan ilmu yang didapat. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana dan bertanggung jawab di masa depan.