

Rizky Anugrah, mahasiswa Program Studi DIII Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik LPP Yogyakarta, menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil menjadi pemakalah dalam side event G20, yaitu 1st International Conference on Manpower and Sustainable Development (IMSIDE).
Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan acara bertema “Transformation of Manpower in the Changing World of Work” ini pada 8-9 September 2022 di Bali. Dalam forum bergengsi tersebut, Rizky bersama timnya mempresentasikan dua hasil penelitian sekaligus di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Penelitian pertama mereka berjudul “De Vod Fire Extinguisher”. Inovasi ini menciptakan alat pemadam api ringan (APAR) kelas A berbahan ekstrak kulit alpukat dan limbah popok bayi. Inovasi kedua adalah “Avseed Battery”, yaitu baterai ramah lingkungan yang menggunakan biji alpukat sebagai elektrolit baterai kering.
Kedua karya ini memikat perhatian peserta konferensi, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Rizky melewati serangkaian seleksi ketat, mulai dari pengiriman abstrak hingga naskah lengkap (full paper). Ia bersaing dengan berbagai praktisi dan peneliti dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

IMSIDE menjadi wadah bagi dosen, praktisi, dan peneliti untuk berbagi solusi terkait isu ketenagakerjaan dan Revolusi Industri 4.0. Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Ida Fauziah, membuka acara ini secara langsung. Sejumlah tokoh internasional dari World Bank, ILO, dan OECD juga hadir sebagai pembicara kunci.
Panitia hanya menerima 43 makalah dalam konferensi ini. Rizky merasa bangga bisa mewakili institusinya di panggung internasional. “Saya senang sekali memaparkan hasil kerja tim di depan juri kementerian dan menjadi bagian dari G20,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa vokasi mampu bersaing di level global. Melalui partisipasi ini, Rizky berharap dapat mendorong semangat rekan-rekannya di Politeknik LPP Yogyakarta. Ia mengajak mahasiswa lain agar tidak takut mencoba hal baru.
Rizky juga menekankan pentingnya kegigihan dalam mencari informasi kegiatan yang menunjang wawasan. Baginya, keberanian mengambil peluang adalah kunci untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas human capital di masa depan.