


Puluhan mahasiswa semester III Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) DIII Politeknik LPP mengunjungi PT Perkebunan Teh Tambi, Wonosobo, pada Sabtu (27/01/2024). Kunjungan industri ini merupakan bagian dari mata kuliah BT Teh dan Kelapa dengan bobot 3 sks.
Ir. Galuh Banowati, M.Sc. dan Retno Muningsih, S.P., M.Sc. selaku dosen pengampu memimpin langsung kegiatan ini. Turut hadir pula asisten dosen Eni Putri Haryani dan Supandri untuk mendampingi para mahasiswa di Unit Perkebunan (UP) Tambi.
Retno Muningsih menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara kampus dan industri. Selain itu, kunjungan ini merupakan langkah nyata dalam memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Capaian tersebut mencakup:
IKU 2: Mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus.
IKU 3: Dosen melakukan kegiatan produktif di luar lingkungan kampus.
IKU 6: Terjalinnya kemitraan strategis dengan mitra nasional.
“Kami berharap kegiatan ini menambah wawasan bagi mahasiswa, dosen, maupun asisten pengampu mengenai budidaya teh secara nyata,” ujar Retno.

Selama kunjungan, pihak PT Perkebunan Teh Tambi mengajak mahasiswa berkeliling area kebun produksi. Mereka melihat langsung klon unggulan seperti Gambung dan Tambi Merah (TB Merah).
Eni Putri menjelaskan bahwa mahasiswa mempelajari berbagai teknik teknis di lapangan. Materi tersebut meliputi rumus pemetikan, pengendalian hama, penyakit, dan gulma. Mahasiswa juga belajar cara membentuk bidang petik melalui metode sentring dan bending.
Setelah dari kebun, rombongan beralih ke pabrik pengolahan teh hitam. Di sana, staf ahli menjelaskan proses panjang mulai dari pelayuan, penggulungan, hingga oksidasi enzimatis. Mahasiswa juga melihat tahap sortasi, pengemasan, serta pengenalan mutu teh (Grade 1, 2, dan 3).
PT Perkebunan Teh Tambi tidak hanya mengajarkan produksi, tetapi juga strategi pemasaran. Saat ini, produk teh dari Wonosobo telah menembus pasar internasional. Beberapa negara tujuan ekspor utamanya meliputi India, Cina, Jepang, dan Uni Eropa.
Felita, salah satu mahasiswa, mengaku sangat terbantu dengan kunjungan ini. Ia merasa mendapatkan gambaran utuh mengenai industri teh dari hulu hingga ke hilir.
“Kami senang bisa melihat langsung proses pemasaran teh hasil produksi tersebut. Ini memberikan wawasan yang luar biasa,” kata Felita.
Sandi dan Bagus, mahasiswa lainnya, menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan agenda wajib. Kegiatan ini menjadi rangkaian penutup mata kuliah BT Teh dan Kelapa untuk Semester Ganjil 2023/2024.
Sebagai bentuk tanggung jawab, mahasiswa kini mulai menyiapkan laporan hasil kunjungan. Laporan tersebut akan merangkum seluruh ilmu teknis dan pengalaman lapangan yang mereka peroleh selama di PT Perkebunan Teh Tambi.